oleh

Benarkah Bura-Bura Sumber Mata Air Danau Matano? Ini Penjelasannya

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Danau Matano yang terletak di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, merupakan Danau terdalam ketiga di Asia.

Informasi yang dihimpun, kedalaman Danau Matano ditaksir mencapai 590 meter. Sementara lebar dari Utara ke Selatan sepanjang 11 Km dan Timur-Barat 23 Km.

Danau Matano berasal dari mata air Bura-Bura yang terletak di Desa Matano. Benarkah? Menurut tokoh masyarakat setempat, Saiful mengatakan, bahwa Danau Matano tidak bersumber dari mata air Bura-Bura, katanya kepada InputRakyat.co.id, Minggu (14/04/19).

Menurutnya, ada lima titik sumber Danau Matano. Dimana kelima sumber tersebut yakni mata air Sukoyo, kali dingin yang memiliki mata air yang berdiameter kurang lebih 50 meter yang terletak di kampung Lawa. Selanjutnya mata air Balesi dan mata air Subario.

Untuk mata air Bura-Bura kata Saiful, hanya merupakan mata air fidumental, dengan nama asli Lala, dimana sebagai tempat turunnya manusia pertama di Matano bernama La Matulia.

Hal itu dibuktikan dengan adanya sebuah batu yang berada ditengah-tengah mata air Bura-Bura berbentuk bulan sabit.

Selain itu lanjut Saiful, hal tersebut juga diperkuat dengan ditemukannya makam La Matulia yang terletak di bukit Matano, disebut kuburan raja-raja.

“Jadi mata air Bura-Bura ini hanya tempat turunnya manusia pertama di Matano pada 6 ribu tahun sebelum masehi,” ungkapnya.

Diceritakannya, terbentuknya danau Matano diakibatkan letusan gunung fulknik pada masa 20 juta tahun yang lalu.

“Ini dibuktikan ketika hujan lebat, air Danau Matano terasa hangat. Sementara bentuk Danau Matano menyerupai kerucut, dan terdapat pula sungai didasar Danau,” tambahnya.

Liputan: Redaksi | Editor: Amk.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *