oleh

Bupati Lutra Kukuhkan Pengurus Persakmi

INPUTRAKYAT_LUTRA,–Pengurus Cabang Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Luwu Utara Periode 2016-2020 resmi dikukuhkan oleh Bupati Luwu Utara, Sabtu (03/02/18) di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara.

Kegiatan yang juga diselenggarakan seminar nasional itu mengangkat tema “Membangun Sinergitas dan Kapasitas Tenaga Kesehatan Menuju Masyarakat Sehat Sejahtera”.

Turut hadir dalam kegiatan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani,Ketua Pengurus Daerah Persakmi Sul-Sel Prof. Sukri Palutturi, Ketua Umum Pengurus Pusat Persakmi Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, Direktur RS. Andi Djemma Masamba Hariadi, Kepala Dinas Kesehatan Andi Nasrum dan para perwakilan Persakmi se Kabupaten/Kota Prov. Sul-Sel.

Andi Zulkarnain dalam laporan panitia mengatakan, kegiatan ini dilakukan selama 2 hari mulai tanggal 3-4 maret 2018. pengukuhan dan pelantikan persakmi Luwu Utara di ikuti oleh 24 perwakilan kabupaten/kota se Sulawesi Selatan,”Jelasnya.

Sementara itu Ketua pengurus daerah Persakmi Sul-Sel Prof. Sukri Palutturi mengatakan ada 7 pilar dari kesehatan masyarakat yaitu, Dasar Gizi Masyarakat, Dasar Epidemiologi, Dasar Kesehatan Lingkungan (Kesling), Dasar Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (Promkes), Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja(K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan(AKK), dan Statistik.

Selain itu kata Sukri, sarjana kesehatan masyarakat jg mampu menguasi semua bidang baik dari gizi masyarakat, nutrisi dan manajemen rumah sakit.

Ketua Umum Persakmi Pusat, Ridwan Amiruddin menambahkan, sarjana kesehatan masyarakat mempunyai fungsi membantu program pemerintah dalam mengurangi jumlah angka kematian ibu dan anak serta meminimalisir jumlah orang sakit.

“Sarjana kesehatan masyarakat di Luwu Utara harus turut berpartisipasi dalam program pemerintah yaitu 1 desa 1 sarjana Kesehatan Masyarakat agar dapat memonitoring perkembangan kesehatan yang ada di satu desa tersebut, tutup Ridwan.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani sekaligus keynote seminar mengatakan, paradigma kesehatan kita belum berubah secara fundamental kebijakan masih di dominasi terhadap orang sakit. Dan harus mengedepankan program sarjana kesehatan masuk desa yaitu program 1 desa 1 sarjana kesehatan masyarakat, terangnya.

Ia juga menmbahkan bahwa PR kita bersama teman-teman pengurus Persakmi Luwu Utara dengan program kerja diharapkan dapat menstimulasi, mengedukasi dan mengadvokasi pemangku kepentingan kebijakan pro orang sakit. membangun kesehatan masyarakat yang sehat, dan membangun komitmen bahwa kebijakan pro orang sehat lebih di kedepan daripada orang sakit serta membangun sinergitas dan kapasitas tenaga kesehatan menuju masyarakat sehat sejahtera untuk Luwu Utara sehat Indonesia kuat, Inbuhnya.

Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *