Cek Hasil Rekomendasi, DLH Lutim Tinjau Lokasi Tambang PT PUL

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur meninjau lokasi pertambangan PT PUL, Jumat (31/01/2020).

Lokasi tambang tersebut terletak di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Selain DLH, hadir pula dilokasi Kadis BPBD, Muh. Zabur dan Asisten II, Senfri Oktovianus.

Peninjauan tersebut dalam rangka mengecek sejauh mana tindaklanjut rekomendasi ESDM Provinsi Sulsel dan Inspektur tambang yang diterapkan PT PUL.

“Peninjauan ini dalam rangka mengecek apakah PT PUL sudah minindak lanjuti rekomendasi Dinas ESDM dan Inspektur tambang yang tertera sebanyak 8 poin,” kata Andi Tabacina selaku Kepala DLH Lutim kepada wartawan.

Delapan poin tersebut yakni, tidak melakukan aktivitas penambangan di Pit Blok E, melakukan pembenahan sistem drainase dan seittling pond serta membuat kajian tekhnis seittling di Dusun Salociu yang dapat menampung 15 ribu meter kubik limpasan air hujan aliran air tambang.

Lanjutnya, tidak melakukan ore nikel sebelum ada kajian teknis, menata lahan yang terganggu diarea blok E yang akan di mine close, mendapatkan data curah hujan 10 tahun terakhir dari BMKG sebagai mitigasi bencana dan melakukan koordinasi ke instansi terkait.

Masih dikatakannya, PT PUL harus menyediakan alat ukur curah hujan, overflow dan TSS, melakukan penanaman cover crop area Bank soil pada pit blok E.

Terakhir, di wilayah jetty harus membangun tanggul dan drenase untuk pengendalian air larian pada stockpile EFO dan ETO, membuat sediment pond dengan dilengkapi tiga kompartemen dan menentukan titik penaatan, memasang pintu air pada outlet dan melakukan pemantauan lingkungan secara berkala serta tidak melakukan pembukaan pintu air sebelum air memenuhi baku mutu lingkungan, memasang terpal pada timbunan stockpile.

Dari hasil peninjauan ini, terlihat PT PUL belum memenuhi ke delapan rekomendasi tersebut, sehingga kami sarankan untuk menghentikan penambangan sampai rekomendasi itu benar-benar dijalankan, tandasnya.

Terpisah, Humas PT PUL, Andi Usman yang mendampingi rombongan mengaku sementara melakukan pembenahan sesuai rekomendasi tersebut.

“Saya jamin tidak ada aktivitas pertambangan sampai delapan poin tersebut rampung,” singkatnya.

Tampak Setting Pond yang dibangun pihak PT PUL.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *