oleh

Di Burau, Pansus LKPJ DPRD Lutim Terima Saran Masyarakat

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Bertempat di Gedung Multiguna Kecamatan Burau, Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran (TA) 2018 gelar kunjungan kerja, Senin (08/04/2019).

Anggota Pansus LKPJ H.M. Sarkawi A. Hamid mengatakan Kecamatan Burau dan Wotu adalah daerah paling ujung di Luwu Timur. Meskipun demikian saran dan masukan masyarakat tetap akan menjadi rekomendasi DPRD, dan wajib ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Selain Sarkawi, Hadir Anggota Pansus LKPJ, Najamuddin. Camat Burau, M. Syukri, Camat Wotu, Irawan Ali. Dewan Pendidikan, Makmur, para kepala desa, kepala puskesmas dan tokoh masyarakat.

Sarkawi mengapresiasi dalam pidato pengantar LKPJ, Bupati Luwu Timur H. M. Thorig Husler di Sidang Paripurna DPRD beberapa waktu lalu. Bupati menyampaikan progresnya dalam tahun 2018. Capaian-capaiannya tertuang dalam RPJMD menunjukkan programnya berjalan baik.

“Kita optimis sesuai progres yang ada, capaian RPJMD bisa berjalan dengan baik,” kata Sarkawi.

Suasana kunker di Kecamatan Burau

Untuk masukan dari masyarakat yakni pasar Burau yang belum berfungsi. Sarkawi melihat dikarenakan air PDAM belum terpasang, ini mungkin yang menyebabkan pedagang enggan berjualan ditempat tersebut.

Selain itu, proyek sea wall yang terletak di tempat pariwisata Pantai Lemo Kecamatan Burau juga menjadi sorotan masyarakat, “kami akan memasukan beberapa catatan ini ke dalam rekomendasi DPRD, yakni untuk segera dibenahi pemerintah daerah,” ujar Sarkawi.

Anggota Pansus Najamuddin mengatakan pelaksanaan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran (TA) 2018 sebagai amanat undang-undang.

Sebagai pelaksanaannya, pansus turun langsung tatap muka dengan masyarakat guna mendengarkan saran, masukan dan informasi seluruh kegiatan pemerintah daerah TA 2018.

Dikatakannya pula, menurut Undang-undang yakni setelah 3 bulan, kepala daerah wajib melaporkan kepada DPRD. “Mau pedis mau manis kami terima masukkannya, ini semua demi kebaikan bersama,” jelas Najamuddin.

Selama TA 2018 baik bersumber dari APBD maupun DAK untuk Kecamatan Wotu teralokasi 123 kegiatan fisik dengan anggaran terealisasi 37,5 Miliar atau 98 persen. Kecamatan Burau, teralokasi 66 kegiatan fisik dengan anggaran terealisasi 16,9 Miliar atau 84,4 persen.

Liputan: Tom | Editor: Amk.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *