Di Tengah Pandemi Corona, Wabup Irwan Bantu Penangguhan Kredit Warganya di PNM

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Ditengah pandemi virus corona atau covid-19, tentu menjadi keluhan tersendiri bagi masyarakat Luwu Timur dalam berusaha untuk mengais rejeki.

Dikabarkan adanya 11 orang yang dinyatakan positif terpapar covid-19, membuat masyarakat makin sulit serta khawatir untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Lalu bagaimana nasib pelaku usaha kecil yang notabenenya memiliki kredit di sebuah jasa pembiayaan salah satunya melalui PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero.

Sementara dari informasi yang dihimpun, PT. PNM Persero memiliki nasabah berkisar 7000 orang se Kabupaten Luwu Timur.

Ditengah situasi saat ini, tentu menjadi persoalan bagi nasabah diantaranya ketika diperhadapkan pembayaran kredit.

Salah satu nasabah PNM yang sempat ditemui media ini, Inhe mengatakan, masa sulit seperti ini, untuk makan saja sudah bersyukur, ungkapnya, Senin (04/05/2020).

“Kewajiban ta’ memang membayar, tetapi kalau tidak ada, masa kita harus mau pergi mencari dimana, apalagi sekarang sudah susah mi’ orang berjualan, karena sudah dibatasi orang untuk berkumpul,” katanya.

Selain itu, Vhita yang juga nasabah PNM menambahkan, bahwa kalau dirinya juga kesulitan menjalankan usaha kecilnya, lantaran diberlakukan stay home.

“Stay home ini berdampak pada minimnya penghasilan kami sehari-hari, belum lagi kami harus membayar kredit di PNM,” beber Vhita.

Ia menuturkan kalau semua nasabah PNM mengeluhkan hal yang sama yakni kurangnya penghasilan selama covid-19.

Sehingga kata dia, penyetoran perminggunya ke pembiayaan terkadang tidak tercapai sesuai kesepakatan semua anggota dalam kelompok.

Tidak hanya itu, pihak pembiayaan juga mendatangi rumah nasabah saat menagih, dan saya kira hal itu sangat mengkhawatirkan akan mudah terjadi penularan virus.

“Tetapi Alhamdulillah, persoalan tersebut sudah menuai titik terang setelah Pak Wakil Bupati mengkomunikasikan ke Ibu Hamira selaku pimpinan cabang PNM,” ucapnya.

Dimana pihak PNM menyepakati tidak melakukan penagihan atau penundaan pembayaran kredit selama tiga bulan kedepan sampai pandemi ini berakhir.

Hal itu dibuktikan dengan dikeluarkannya penyampaian ke nasabah oleh PNM pekan kemarin, terang Vhita.

“Sekali lagi kami ucapkan banyak terima kasih ke Pak Wakil Bupati sudah hadir ditengah masyarakatnya yang dirundung kesusahan,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam membenarkan adanya keluhan warganya itu.

“Iye, keluhan itu saya sudah komunikasikan dengan salah satu pimpinan cabang PNM di Luwu Timur,” ujarnya.

Kasihan masyarakat kita khususnya pelaku usaha kecil harus diperhadapkan dengan persoalan itu, sementara mereka saat ini tengah menghadapi pandemi corona, tuturnya.

Saat ini, Wabup Irwan masih tengah menjalani karantina mandiri di rumahnya sesuai dengan protap, meski dinyatakan negatif covid-19 usai menjalani rapid test di RSUD I Lagaligo Wotu, pekan kemarin.

Menurutnya, bahwa persoalan penangguhan tersebut berdasarkan peraturan OJK nomor 11 tahun 2020 tentang stimulus perekonomian nasional.

Peraturan itulah yang menjadi landasan bagi Bank maupun perusahaan pembiayaan untuk melakukan relaksasi pinjaman bagi debitur UMKM penerima kredit atau pembiayaan, jelas Irwan.

Lanjutnya, dalam aturan tersebut juga dijelaskan syarat yang ditetapkan seperti debitur yang terdampak yakni pekerja informal, berpenghasilan harian, kredit UMKM dan KUR serta keringanan menyesuaikan bentuk pembayaran berupa cicilan bunga/pokok, dengan penambahan waktu atau hal yang ditetapkan oleh leasing, Bank termasuk PNM.

“Dan Alhamdulillah setelah dikomunikasikan, pihak PNM mau menerapkan peraturan tersebut selama tiga bulan kedepan,” kuncinya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *