Dor! Polisi Tembak Bandar Narkoba di Wotu

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Satres Narkoba Polres Luwu Timur berhasil menggagalkan peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

Dipimpin Kasat Narkoba, IPTU Hery menangkap terduga pelaku bandar narkoba di Kecamatan Wotu, pekan kemarin sekitar Pukul 23.30 WITA.

Kajadian bermula berdasarkan laporan warga bahwa terduga pelaku membawa barang haram tersebut sebanyak 3 ball.

Berangkat dari laporan tersebut Sat Narkoba langsung melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara (TKP).

Alhasil, terduga pelaku yang diketahui bernama Ramlan (38) berhasil diamankan bersama saksi mata yakni Elvianti (32).

Ramlan merupakan warga Desa Balo Balo, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Sementara Evianti warga Dusun Masaru, Desa Pombakka, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Ketika dilakukan penggeledahan Polisi juga menemukan barang bukti (BB) berupa sabu-sabu sebanyak 3 ball.

Menurut Kasat Narkoba Polres Lutim, IPTU Hery bahwa sabu-sabu yang ditemukan tersebut seberat 14,87 gram, ungkapnya kepada wartawan, Rabu (15/01/2020).

Selain itu kata dia, kami juga mengamankan BB lainnya seperti tiga batang pireks kaca yang masih terdapat endapan shabu.

Lanjutnya, 1 buah alat hisap (bong), 1 buah korek api gas yang masih terpasang dengan sumbu 1 buah hp samsung warna hitam dengan sim card, papar Hery.

Tak sampai disitu, saat diinterogasi guna dilakukan pengembangan, pelaku mengarahkan kami menuju rumah terduga bandar yang belum diketahui identitasnya.

Sesampai di target selanjutnya, tiba-tiba Ramlan turun dari mobil dan berusaha kabur dari penangkapan sehingga anggota Opsnal mengejar pelaku sembari memerintahkan untuk berhenti.

Tidak mengindahkan perintah tersebut, Polisi melayangkan tembakan peringatan kearah atas sebanyak tiga kali, namun pelaku terus berupaya menyelamatkan diri.

Sehingga Polisi memberikan tindakan tegas dengan mengarahkan pucuk senjata ke arah betis sebelah kiri pelaku.

Upaya pelarian pelaku akhirnya terhenti lalu diberikan pertolongan pertama untuk menjalani perawatan medis di Puskesmas, beber Hery lagi.

Saat ini pelaku diamankan di Polres Luwu Timur bersama saksi dan barang bukti.

“Pelaku dan BB sudah kami amankan guna mejalani proses hukum selanjutnya sembari dilakukan pengembangan,” terangnya.

Atas perbuatannya tambah Hery, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) UU Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup hingga hukuman mati.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *