oleh

Hadir Sebagai Narasumber, MenpanRB Sampaikan Ini di Studium Generale FTI UMI

MAKASSAR – “Universitas sudah sepatutnya menjadi basis keilmuan untuk menopang kinerja pemerintah. Peran Universitas perlu dioptimalkan untuk menginkubasi generasi unggul yang siap bekerja di sektor pemerintahan dan siap beradaptasi dengan lapangan kerja baru.”

Itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB), Komjen Pol (Purn.) Syafruddin saat membawakan kuliah umum di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI pada acara Studium Genarele yang digelar Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Bertajuk “Tantangan dan Peluang Menuju Generasi Unggul Indonesia”. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam menyambut mahasiswa baru.

MenpanRB, Syafruddin dalam kapasitasnya sebagai penyelenggara negara mengapresiasi reputasi UMI di tingkat nasional. “Atas nama pemerintah, saya ucapkan apresiasi kepada UMI sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik nasional”, ungkapnya.

MenpanRB, Syafruddin juga menitipkan harapan kepada UMI sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi menghasilkan lulusan berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlaqul karimah.

“Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut Unggul dari segi kapasitas, tetapi juga didukung akhlak yang baik sebagai pilar integritas,” jelasnya.

Sementara itu Dekan FTI UMI Zakir Sabara pada sambutannya menyampaikan langsung dihadapan MenpanRB, bahwa penerimaan ASN baik di Kabupaten/Kota maupun Provinsi yang ada di Indonesia Timur itu sangat sedikit menerima tenaga teknis. 

“Ilmu pertambangan, perminyakan, manufaktur, kimia, itu tidak laku, karena ASN diterima paling satu kabupaten, itu pun kalau ada sehingga kita akan terkendala kualitas SDM. Kita akan kalah negosiasi dengan para pengusaha atau investor saat masuk di dunia-dunia industri seperti itu, ” ungkap Dekan FTI UMI.

Zakir sabara menambahkan, “Kami tidak berharap mahasiswa kami menjadi PNS tetapi saya berharap mahasiswa kami yang unggul bisa terlibat membantu pemprov dan pemda untuk dunia pertambangan dan industri,” kuncinya.

Liputan :  Noya  |  Editor :  Amk

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *