oleh

Ini Kesiapan Pelindo 4 Hadapi Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019

Makassar —  Sebanyak 21 Pelabuhan di siapkan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) untuk menghadapi mudik Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Senin (20/5/2019).

Riman S Duyo selaku Direktur Operasi dan Komersil Pelindo IV mengatakan, ke 21 Pelabuhan yang telah disiapkan ini yakni Makassar, Bitung, Pantoloan, Kendari, Gorontalo, Parepare, Tolitoli, Manado, Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Nunukan, Tanjung Redeb, Ambon, Ternate, Sorong, Jayapura, Biak, Manokwari, Merauke dan Pelabuhan Fakfak.

“Kegiatan embarkasi (keberangkatan) terbanyak melalui Pelabuhan Makassar, Balikpapan, Ambon, Parepare, Kendari dan Nunukan sebanyak 386.619 orang.

“Sedangkan debarkasi (kedatangan) terbanyak melalui Pelabuhan Makassar, Parepare, Balikpapan, Ambon dan Kendari sebanyak 324.657 orang,” tuturnya.

Lanjut Riman “Pada tahun lalu kegiatan kapal terbanyak di Pelabuhan Manado, Nunukan dan Kendari yang merupakan angkutan penyeberangan antar pulau, dengan total 1.232 unit, jelasnya.

Direktur Operasi dan Komersil Pelindo IV ini mengungkapkan, realisasi mudik Hari Raya Idul Fitri tertinggi melalui Pelabuhan Makassar, Balikpapan dan Parepare.

“Tahun 2017 total 634.392 penumpang, tahun lalu 711.276 penumpang dan tahun ini diestimasi sebanyak 756.549 penumpang.”

Biasanya kata Riman, peak season atau puncak mudik Hari Raya Idul Fitri yaitu pada H -15 dan H + 15 atau selama satu bulan.

Guna meminimalisir terjadinya masalah di area pelabuhan, Pelindo IV telah bersinergi dengan beberapa pihak, dengan menyiapkan Posko Terpadu Mudik Hari Raya Idul Fitri bersama stakeholder.

Selain itu, pihak Pelindo IV juga selalui melakukan berbagai persiapan, kaitannya dengan kegiatan mudik Idul Fitri tahun ini. Misalnya untuk personil, pihaknya membentuk Tim Posko Terpadu PT Pelindo IV, Pelni, KSOP, Kepolisian, Kesehatan Pelabuhan dan instansi terkait lainnya.

Pihaknya juga membentuk tim internal PT Pelindo IV untuk melakukan pemantauan atau pengawasan langsung di lapangan. Penambahan personil untuk pengaturan lalu lintas di dalam areal pelabuhan. Penambahan personil untuk pelayanan Departure Control System (DCS) untuk kegiatan check in penumpang. Serta perekrutan tenaga relawan atau Operasi Senyum Lebaran sesuai kebutuhan di cabang.

Dari sisi fasilitas pelabuhan kata Riman, pihaknya juga melakukan kesiapan pada berbagai fasilitas pelabuhan, yakni tambatan kapal penumpang, jalur embarkasi dan debarkasi, terminal penumpang, lahan parkir, posko, ruang kesehatan, ruang menyusui dan tenda tambahan.

Untuk kesiapan fasilitas penunjang embarkasi dan debarkasi antara lain, penambahan tenda atau kanopi dan kipas angin untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang diluar kapasitas terminal penumpang. Juga penyediaan ruang kesehatan dan tenaga medis dari Kesehatan Pelabuhan.

“Sedangkan kesiapan fasilitas terminal penumpang, kami melakukan perbaikan fasilitas penunjang terminal penumpang dengan penambahan loket, kursi, AC, kebersihan toilet, mushola, ruang menyusui, ruang informasi dan penumpang berkebutuhan khusus atau disabilitas,” kuncinya.(***)

Liputan Freya | Editor Amk

Foto : Qudratullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *