oleh

Kades dan Ormas FKPPI dibekali Diklat Bela Negara, Ini Harapan Bupati Lutim

INPUTRAKYAT_LUTIM.-Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) XIV Hasanuddin menggembleng 80 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bela negara yang terdiri 40 kepala desa dan 40 Anggota dan Pengurus Ormas FKPPI Kabupaten Luwu Timur tentang wawasan kebangsaan bela negara selama enam hari (19-24 Maret 2018) di Rindam XIV Hasanuddin Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Seperti layaknya tentara, para kepala desa dan ormas FKPPI tersebut mengawali kegiatan pelatihan bela negara dengan mengikuti upacara pembukaan yang dipimpin langsung Bupati Luwu Timur HM. Thorig Husler, Senin (19/03/2018).

Tampak hadir Komandan Komando Pendidikan (Dandodik) Bela Negara Letkol Kav. Gatot Pramono Yogi, para Komandan Satuan Pendidikan serta Kepala Bagian Jajaran Rindam XIV Hasanuddin, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur H. Amran Syam dan Kepala Kesbangpol Luwu Timur Guntur Hafid.

Dalam sambutannya Bupati Luwu Timur mengatakan, saat ini tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan bangsa sifatnya sudah multidimensi karena karakter ancaman dapat bersumber dari ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Ancaman ini menjadi tanggung jawab semua komponen termasuk tanggung jawab kepala desa yang didaulat maayarakat sebagai pemimpin didesa.

Pembekalan tentang wawasan kebangsaan bela negara ini, kata Husler untuk mempertebal jiwa nasionalisme aparat desa sehingga keberadaan desa akan semakin kuat dari segala ancaman yang dapat mengoyak stabilitas bangsa dan negara.

Khusus kepada ormas FKPPI, Bupati berpesan agar tak hanya menjadi teladan, tapi bisa menjadi pelopor bagi pemuda Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI, Pancasila dan Nasionalisme dari berbagai ancaman, darah juang dan jiwa bela negara, harus terus dijaga dan tumbuh dalam jiwa para pemuda FKPPI.

“Bela negara akan menjadi kekuatan yang dashyat apabila diikat tali persatuan, semua tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa akan bisa dihadapi apabila kita pembela negara bisa membangun kekuatan dengan kebersamaan dan gotong royong,” ujar Husler. Oleh sebab itu, Bupati meminta kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara dengan sepenuh hati.

“Semoga selama mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat lebih mencintai tanah air dan siap untuk membela negara sesuai dengan profesi kita masing-masing,” harapan Bupati diakhir sambutannnya.

Selama enam hari para peserta akan diberi materi seputar Bela Negara dan pelatihan fisik dari para pemateri yang kompeten di bidangnya yaitu dari Rindam, Ketua Puskom Gerakan Bela Negara Sulawesi Selatan serta Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan.

Upacara pembukaan diklat yang dikerjasamakan dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulawesi Selatan ini ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Bupati Luwu Timur HM. Thorig Husler kepada perwakilan peserta.

Liputan: Humas/Ikp Kominfo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *