Kapolsek Wasuponda Benarkan Adanya Kasus Penganiayaan Kadus Togo dan Anaknya

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kepala Dusun Togo, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Andi Nenni Yunus beserta anaknya, Tari dianiaya oleh warganya.

Kasus penganiyaan tersebut dibenarkan Kapolsek Wasuponda, Iptu Simon Siltu saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu (16/05/2020).

“Iye, kemarin kami terima laporan korban, bahkan para saksi dan terlapor sudah kita mintai keterangan,” ujar Simon.

Menurutnya, kejadian itu pada Kamis (14/05/2020) sekitar Pukul 19.30 WITA, di area Kantor Desa tepatnya di Posko induk Covid-19 Balambano.

Untuk gelar perkara dan penetapan tersangka kata dia, belum bisa ditentukan jadwalnya karena masih dalam tahap penyelidikan. Sementara visum korban juga belum keluar, jadi kami tidak bisa buru-buru dalam menetapkan tersangka.

Sebelumnya, Kades Balambano Haerullah menjelaskan, bahwa persoalan ini dipicu persoalan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah Desa yang bersumber Dana Desa senilai Rp 600 ribu per KK.

Dimana terduga pelaku yakni Ernawati menuntut agar dirinya mendapat bantuan tersebut seperti warga lainnya, terang Haerullah.

Malam itu, Ernawati bersama suaminya Iwan Saputra serta rombongan warga mendatangi Kantor Desa dan menuntut ke Kadus saya agar namanya dimasukkan ke dalam daftar penerima BLT.

Seketika itu juga ibu Kadus menerangkan bahwa Ernawati tidak bisa bisa dimasukkan karena tidak memenuhi kategori layak mendapatkan bantuan karena suaminya merupakan karyawan di PT. Pancaran Group sebagai supir mobil trailer.

Diduga tidak terima pernyataan itu, tiba-tiba ibu Kadus beserta anaknya langsung dianiaya sehingga menjalani perawatan medis selama satu malam di PKM Wasuponda, jelas Haerullah.

Akibat penganiayaan tersebut, Kadus saya mengalami lebam pada pipi sementara anaknya luka dibagian mulut serta mengeluhkan rasa nyeri pada pinggang hingga merasakan sakit dibagian kepala akibat dibenturkan di paving block.

“Kami juga sudah mengecek ibu Ernawati dan memang ternyata dia tidak bisa dikategorikan layak mendapatkan bantuan karena suaminya bekerja di perusahaan. Sementara orang tuanya yang berstatus janda beserta neneknya sudah kami berikan bantuan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak terduga pelaku.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *