KLHK Tinjau Kapal Sampah KM Skimmer Milik Pelindo

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_MAKASSAR – Harapan untuk melihat pantai  bersih di kawasan pelabuhan kota Makassar kini bukanlah hal yang mustahil terwujud. Rabu (5/2/2020).

Setelah dua minggu beroperasi di kota Makassar kapal Sampah milik Pelindo IV  ditinjau langsung Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati bersama Kasubdit Sampah Spesifik dan Daur Ulang Direktorat PSLB3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ari Sugasri.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya menyusuri Dermaga Hatta Ujung, Dermaga Hasanuddin, Dermaga Soekarno, perairan depan Pertamina hingga Pelabuhan Paotere Makassar dengan menumpang seraya menyaksikan langsung cara kerja Kapal Sampah yang sengaja diadakan oleh Pelindo IV untuk membersihkan dan mengangkut sampah di perairan Pelabuhan Makassar.

Farid Padang selaku Direktur Utama Pelindo IV, mengatakan Pengadaan  pengadaan Kapal Sampah itu dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang rutin diperingati setiap 21 Februari.

“Pelindo IV bekerjasama dengan PT Tesco Indomaritim, salah satu perusahaan pembuat kapal di Indonesia, untuk membuat kapal pengangkut sampah.

“Rencananya, secara bertahap kami juga akan mengadakan lagi kapal pengangkut sampah untuk kebersihan laut di pelabuhan kelolaan lain. Agar laut di sekitar pelabuhan bersih dari sampah plastik yang berserakan,” tutur Farid.

Senada dengan hal tersebut, General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru menyebutkan kapal yang diberi nama KM Skimmer ini akan membersihkan sampah-sampah di laut sekitar Pelabuhan Makassar.

“Dimulai dari Dermaga Hatta Ujung, Dermaga Hasanuddin, Dermaga Soekarno, perairan depan Pertamina hingga Pelabuhan Paotere Makassar,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, setiap hari akan ada crew yang standby di atas kapal yang memiliki kapasitas angkut sampah 3 hingga 5 ton ini.

‘Kapal Ini menelan anggaran 5,4 Miliar dan itu membutuhkan BBM serta perawatan jadi memang betul-betul diefektifkan, dan kita jaga jangan sampai terbengkalai,” kunci Aris Tunru.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *