Menjamur Oknum Mengaku Wartawan, Jurnalis SeKolaka Gelar Rapat Bersama

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_KOLAKA— Di nilai telah menjadi keresahan dan keluhan masyarakat, terkait menjamurnya oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan dengan cara mobile di pedesaan, khususnya di Kabupten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Puluhan Wartawan di Kabupaten Kolaka dari berbagai media dan berbagai oraganisasi wartawan, baik PWI dan IJTI mapun AJI menggelar pertemuan bersama, guna membahas soal keresahan publik atas tindakan oknum oknum yang gencar menagatasnakan wartawan.

Dalm pertemuan bersama di salah satu kedai kopi, puluhan Wartawan lokal Kolaka tersebut, sepakat untuk mengakhiri tindak tanduk oknum yang selama ini kerap merusak citra profesi wartawan yang melakukan tugas jurnalist secara prfesional.

Memipin rapat pertemuan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kolaka, Armin Arsyad menjelaskan, bahwa hasil kesepakatan bersama semua wartawan, bersepakat membentuk kelompok kerja (Pokja).

“Keresahan ini sudah lama menjadi keluhan, dan semua teman-teman wartawan yang melakukan tugas jurnalis secara profesional juga merasa resah, sebab tugas jurnalist yang di lakukan keseharian, adalah merujuk pada UU Pers Nomor 40 Tahun 2019 srta merujuk pada kode etik jurnalis, tapi masih juga ada oknum yang dengan gampangnya menagtas namakan wartawan bahkan membuat karya jurnalis dengan bermodalkan website, namun karya tersebut malah membuat kebingungan publik, alias tidak memenuhi standar 5 W 1 H”, Terang Armin, Senin (6/12/2020).

Lanjut Armin mengatakan, jika berdasarkan laporan masyarakat yang menjadi keluhan publik tersebut, terdapat pula oknum yang mengaku berpropesi ganda, yakni sebagai LSM dan juga sebagai Wartawan.

“Masalah ini, semua rekan rekan wartawan bersepakat, akan bersurat ke Dewan Pers, namun sebelumnya, kami akan bersurat dulu ke PWI, IJTI maupun AJI tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, sembari kita menunggu petunjuk dari mereka, sebab berdasarkan UU Pers maupun dalam Kode etik Jurnalis, telah jelas dan tegas jika LSM itu bukan Wartawan dan Wartawan itu bukan LSM”, Ungkapnya.

Hal yang sama,salah seorang wartawan Kolaka Pos, Mirwanto Muda menambahkan, jika nantinya telah ada petunjuk dari dewan Pers atapun balasan surat, para wartawan yang tergabung dalam Pokja Wartawan Kolaka tersebut, akan mengambil upaya berdasarkan petunjuk dewan pers ataupun petunjuk dari organisasi kewartawanan di Sultra.

“kalau sudah ada petunjuk dari dewan pers, yang di mediasi oleh tiga oraganisasi kewartawanan di Sulawesi Tenggara, maka semua rekan rekan wartawan lokal Kolaka lansung bertindak, kalau perlu soal keresahan ini kita bawa keranah hukum,sebab ini telah merusak citra Wartawan dalam kepercayaan publik”, Katanya.

Laporan: Okyl
Editor: Amk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *