Musrembang Tingkat Dusun di Desa Lambarese Banjir Sorotan

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Aksi sorotan warga mewarnai agenda Musrembang Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Dusun di Desa Lambarese, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Musyawarah untuk Penyusunan RPJMD 2020 – 2026 yang terlaksana di rumah kediaman Kepala Dusun Bancea, Senin (27/01/20) malam.

Aksi sorotan warga terjadi selama rangkaian acara Musrembang Dusun, sesaat setelah pengantar disampaikan oleh penyelenggara acara, wargapun spontan mempertanyakan Visi dan Misi Kepala Desa Lambarese periode 2019-2025 yang mengusung tema “Terwujudnya Masyarakat Desa Lambarese Yang Mandiri, Tenteram, Aman dan Damai”.

Adapun Misi Kepala Desa yang ramai – ramai disoroti warga seperti yang tertera pada selebaran yang dibagikan kepada peserta musyawarah Pada Point 1 yakni “Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik Untuk Mengoptimalkan Tugas Pemerintah Sebagai Pelayan Masyarakat”.

Menurut salah satu Tokoh masyarakat dusun Bancea, Yudin Bandau, Misi Kepala Desa tersebut hanyalah dijadikan sosialisasi dokumentasi saja.

“Biasanya ketika ada Musrembang nanti orang – orang yang ada saat ini tidak dipanggil lagi, kenyataannya biasa seperti itu, orang – orang dipanggil biasanya hanya yang tertentu saja yang bisa dikendalikan pimpinan kita,” tuturnya.

Pasalnya, menurut Yudin Bandau Janji politik Kepala Desa saat ini telah dilanggar, dimana pada periode ini akan meningkatkan pelayanan pada masyarakat, nah yang kami lihat satu bulan berjalan ini janji politik kepala desa sudah dia langgar, sudah sering warga melakukan pesta hajatan tidak pernah ada disitu, tolong disampaikan kepala desa supaya pelayanan terhadap warga ditingkatkan, lanjut Yudin.

Sementara dari Tokoh Pemuda, Dimus Pasedo menambahkan, ketika warga melaksanakan suatu kegiatan, kepala desa tidak pernah hadir, hanya melibatkan perangkat desa saja, bahkan kegiatan Karang Taruna juga tidak pernah berjalan sementara ada anggarannya, nanti dilibatkan ketika ada kegiatan tujuh belas Agustus saja, pungkasnya.

Menurutnya, pemuda juga perlu dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan Bumbdes yang diharpkan bisa memotivasi semangat kerja para pemuda desa.

Penuturan Yudin Bandau terkait Bumdes tersebut sangat beralasan, “Setahu kami ketika Bumdes telah dibentuk tidak diketahui apa kegiatannya, apa hasilnya dan siapa orangnya,”. Soal kegiatan Karang Taruna juga dipertanyakan Yudin,” Karang Taruna disini kami lihat juga tidak ada kegiatannya, tetapi uangnya ada, nah yang kami pertanyakan, kemana uangnya itu sampai tidak ada kegiatan karang Taruna, kalau bisa setiap ada kegiatan Karang Taruna tolong dipercayakan kepada pengurus Karang Taruna sebagai panitia, yang selama ini kita lihat hanya aparat desa yang terlibat sebagai panitia,” tandasnya.

Senada dari itu, Apsalon juga mempertanyakan soal kegiatan BUMDes. ”Apa kegiatan Bumdes selama ini dan apa hasilnya, ini tidak pernah disampaikan kepada masyarakat, bahkan apa yang dikelola oleh pihak Bumdes sekarang ini sudah bisa dikatakan tidak benar,” katanya.

Dari Tokoh Masyarakat juga menimpali, “Tolong bila ada kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan di desa agar warga juga ikut dilibatkan, jangan malah perangkat desa yang ikut bekerja,” ujarnya.

Sementara Ketua BPD, Albert Mulya menyampaikan bahwa semua usulan warga dusun tersebut akan ditampung nantinya yang akan dibawa ke Musrembang tingkat Desa.

Liputan: Mul | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *