Pedagang Diminta Isi Surat Perjanjian Pinjam Pakai Losd Pasar Malili

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Sejumlah pedagang di Pasar Malili, Kabupaten Luwu Timur, diminta mengisi surat perjanjian pinjam pakai losd.

Hal tersebut diungkapkan salah satu pedagang Pasar Malili yang enggan dipublikasikan namanya kepada InputRakyat.co.id, Rabu (09/01/20).

Menurutnya, kertas tersebut diberikan oleh pihak pemerintah kecamatan Malili untuk diisi setiap pedagang Pasar.

“Dalam selembar kertas itu kami diminta untuk mengisi biodata dan bertanda tangan diatas materi,” ucapnya.

Seharusnya kata dia, hal seperti ini terlebih dahulu disosialisasikan ke pedagang supaya kami lebih paham, ini tiba-tiba saja diberikan.

Beredarnya surat tersebut dibenarkan Kepala Bidang Perdagangan, Disdagkop-UKM Lutim, Andi Tendri saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya.

“Iye, pihak Kecamatan yang berikan surat tersebut ke pedagang, karena pemerintah kecamatan merupakan pengelolah Pasar,” ujarnya.

Lanjut Tendri, bahwa kami juga membuat surat pernyataan seperti itu bagi Pasar yang baru dibangun.

Ia menilai banyak bangunan losd yang kosong, sementara banyak pedagang yang belum kebagian tempat.

Dihawatirkan pula ada yang mempersewakan losd atau kios dengan alasan mereka yang punya, padahal Pasar tersebut merupakan milik pemerintah daerah, terangnya.

Disinggung banyaknya bangunan Pasar yang belum difungsikan diantaranya Pasar Pusat Niaga yang terletak di belakang SPBU Malili kata Tendri, persoalan itu disebabkan jalan menuju Pasar belum bagus.

“Jadi untuk sementara pemerintah daerah menangguhkan operasionalnya bukan penjualnya atau pedagang,” bebernya.

Selain itu, akan diterapkan pajak retribusi bagi pedagang, aturan tersebut dibuat oleh BPKD Bidang Pendapatan, tambah Tendri.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *