Petani di Luwu Timur Dipaksa Beli Pupuk Nonsubsidi

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pemerintah Kabupaten Luwu Timur akhir-akhir ini gencar menyalurkan alat mesin pertanian (Alsintan) ke para petani.

Hal itu dilakukan guna mentuntaskan target visi misi Kabupaten Luwu Timur terkemuka di sektor pertanian hingga 2021.

Namun pengadaan tersebut dinilai tidak seimbang dengan persoalan yang dialami para petani saat ini seperti ketersediaan pupuk.

Dimana para petani dipaksakan harus membeli pupuk nonsubsidi dengan harga selangit.

“Kami dipaksakan membeli pupuk nonsubsidi jenis urea seharga Rp 250 ribu persak isi 50 kg,” kata seorang petani yang enggan disebut namanya melalui media ini, Rabu (22/01/2020).

Satu sak pupuk kata dia, diperuntukkan per satu hektar. Untuk pupuk subsidi, seharga Rp 90 ribu per sak, jadi pemakaian per satu hektar berkisar 4 sak.

“Dengan diharuskan petani membayar pupuk nonsubsidi, tentu menjadi jeritan para petani. Pemerintah harus sigap menyikapi persolan ini,” tandasnya.

Membuktikan keluhan itu, salah satu pengecer pupuk di Desa Maramba yang kerab disapa warga setempat Mba Dia saat dikonfirmasi menuturkan kalau keharusan tersebut merupakan imbuan distributor, katanya.

Terpisah, Mappe selaku distributor pupuk Urea membenarkan kalau pupuk nonsubsidi diharuskan dijual ke petani.

Menurutnya, bahwa hal tersebut berdasarkan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) antara distributor dan pengecer.

“Dulu hanya satu SPJB yakni SPJB subsidi, tapi sekarang sudah ada SPJB untuk nonsubsidi,” tandas Mappe.

Untuk kuota pupuk subsidi kata Mappe, mengalami penurunan, dimana tahun sebelumnya kita mendapat kuota sebanyak 90 ton, tahun ini hanya 60 ton.

“Karena kuota subsidi mengalami penurunan, maka dipastikan petani harus menggunakan pupuk nonsubsidi,” ujarnya lagi.

Terkait SPJB tersebut kembali dibantah oleh petani. “Penerbitan SPJB itu dinilai sepihak, kenapa tidak pernah disosialisasikan ke petani? Dan perlu diketahui bahwa harga sarana dan prasarana pertanian tak sebanding dengan hasil pertanian,” tandasnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *