oleh

Polda Kepri Ungkap Peredaran Ganja

INPUTRAKYAT_KEPRI–Tim Ditresnarkoba Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengungkap kasus kejahatan tindak pidana narkoba jenis ganja.

Berang tersebut ditemukan Polisi saat dilakukan penggeledahan di jalan Tiban Center Kota Batam.

Dari tangan pelaku berinisial SM alias MN, Polisi mengamankan barang bukti berupa ganja seberat 5.827.42 gram.

Rinciannya, 8 buah polibek bibit yang berisikan 56 bungkus daun kering yang diduga daun ganja kering yang terbungkus lakban berwarna coklat.

“Setelah kami memperoleh keterangan dari SM, tim langsung mengarah ke tersangka ke dua yakni inisial AS alias MS di jalan Pasir Putih Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam,” urai Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, melalui rilisnya kepada InputRakyat.co.id, Kamis (16/01/2020) kemarin.

Lanjutnya, tim Ditersnarkoba bergerak dan melakukan penangkapan ke tempat tinggal tersangka inisial AH, terang saja dalam TKP itu berhasil diamankan barang bukti 8 buah polibek bibit yang didalamnya berisikan 56 bungkus daun kering yang diduga ganja kering terbungkus dengan lakban warna coklat seberat 5.827.42 gram, bebernya lagi.

Dalam prees rilisnya, mantan Kabid Humas Sulawesi Tenggara mengatakan, bahwa kronologis pengungkapan Kasus Narkoba jenis ganja tersebut, setelah mendapat informasi dari masyarakat, jika di wilayah Tiban Center Sekupang-Kota Batam ada seseorang yang diduga memiliki narkoba jenis daun ganja. Dari laporan itu tim Ditresnarkoba Polda Kepri langsung bergerak.

“Dari ketiga orang tersangka ini, kami juga berhasil amankan barang bukti beberapa handphone yang dijadikan alat komunikasi, dan kartu identitas para tersangka, alat ukur timbangan, serta satu unit becak motor yang digunakan inisial AH alias WA sebagai alat transportasi,” ungkap Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Atas perbuatannya, tersangka di jerat Pasal 114 ayat (2) dan pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 Tahun, dan paling lama 20 tahun penjara.

Liputan: Okyl | Editor: Redaksi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *