PT CLM Tindaklanjuti Rekomendasi Dinas ESDM Provinsi Sulsel

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Saat ini PT Citra Lampia Mandiri (CLM) tengah membenahi area pertambangan terkhusus sediment pond sebagai bentuk tindaklanjut dari rekomendasi Dinas Energi, Sumber Danaya Mineral (ESDM) Provinsi Sulsel.

Hal tersebut disampaikan Dzikril Hakim selaku Project Manager PT CLM kepada wartawan, Senin (20/01/20) yang didampingi Direktur Eksternal, Ismail Ahmad, Fauzi Lukman, Supervisor Eksternal dan Ismail Nanggong, Legal.

Sebelumnya kata dia, pihak Inspektur tambang bersama Dinas ESDM Provinsi Sulsel meninjau lokasi pertambangan kami belum lama ini.

Dari kunjungan itu, menghasilkan 8 poin yang tertuang dalam rekomendasi yakni, membuat kajian teknis, yang dapat menjelaskan dimensi, kapasitas, debit maksimal, catcment area, serta hidrologi dan geoteknik pada settling pond A, B, C dan D.

Lanjutnya, membuat dan memperbaiki Sump untuk menampung air limpasan hujan dan air tambang pada area PIT Kandeapi sesuai dengan catcment area. Setiap kompartemen dibuat lapisan geomembran yang dapat menfilter sediment
flow.

Membuat drainase dan tanggul pada area disposal antara settling Pond A dan B. Melakukan penanaman cover crop pada area terbuka yang berpotensi mengalami erosi. Menyediakan alat ukur curah hujan, overflow meter, pH meter dan TSS.

Membuat dan menentukan rencana titik penaatan pada setiap settling pond. Memasang pintu air pada setiap outlet settling pond dan melakukan pemantauan lingkungan secara berkala dan tidak melepas air ke perairan umum sebelum memenuhi baku mutu lingkungan, papar Dzikril.

Untuk diketahui, akhir-akhir ini Luwu Timur diguyur hujan deras, akibatnya DAS Sungai Pongkeru tercemar dan keruh. Persoalan pencemaran tersebut dialamatkan pada aktivitas tambang PT CLM.

Menurut Dzikril, dari kajadian itu menyebabkan air disertai lumpur di sediment pond meluap dan parahnya pintu akhir ikut jebol.

Namun hal itu kata dia, sangat tipis keseluruhan akan mengalir ke DAS Sungai Pongkeru. Pasalnya, jarak dari sediment pond ke DAS Sungai Pongkeru berkisar 5 km, sementara dari sediment pond ke jembatan Labose berjarak 31 km.

Namun perlu diketahui, selain aktivitas tambang, ada pula aktivitas lainnya diluar tambang yang sudah membuka lahan sampai ratusan hektar dan semua bermuara ke DAS Sungai Pongkeru, tepisnya.

“Berdasarkan hasil lab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sungai Pongkeru masih dibawah ambang batas,” tambahnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *