Soal Free Intake di Desa Kalosi, Ini Akan Dilakukan Dinas PUPR

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Proyek free intake yang terletak di Desa Kalosi, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur menelan APBD senilai Rp 548 juta.

Dikabarkan sebelumnya bahwa proyek tersebut diduga rusak parah. Proyek itu di PHO akhir tahun 2019.

Pantauan media ini, volume air di sungai tersebut terlihat sangat deras sehingga mengakibatkan lahan ditepi sungai tepatnya di ujung bangunan free intake, terkikis oleh air.

Hal tersebut menjadi kekhawatiran warga yang memiliki lahan di tepi sungai.

Menurut Sumardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Lutim, bahwa bangunan tersebut tidak rusak, hanya saja air sangat deras, sehingga mengikis lahan yang ditepi sungai.

Pengikisan lahan ditepi sungai ini kata dia, dapat diantisipasi ketika dibuatkan proteksi, ungkapnya kepada InputRakyat.co.id, Minggu (16/02/2020).

“Seharusnya ada proteksi serta bronjong dibibir sungai agar lahan tersebut tidak terkerus air,” ujarnya lagi.

Karena air ini juga dimanfaatkan warga untuk mengaliri area persawahan maka perlu dibuatkan pintu air sekaligus pemasangan lantai bronjong, bebernya.

“Kita akan usulkan sejumlah perencanaan pembangunan tersebut tahun ini,” kata Mardi.

Jika hal itu tidak segera ditangani dikhawatirkan lahan masyarakat akan terus terkikis, bangunan free intake pun ikut rusak, tambahnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *