Soal Tumpahan Ore Ke Laut, Ini Penjelasan PT CLM dan DLH Lutim

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Lagi, ore nikel milik PT Citra Lampia Mandiri (CLM) yang berada diatas tongkang Taurus 11 tumpah ke Laut.

Tumpahnya ore tersebut lantaran dinding tongkang yang berada di samping tepat dibagian belakang jebol.

Persoalan itu terjadi di pelabuhan Jetty milik PT CLM, Jumat (21/02/2020) Pukul 14.50 WITA.

Kepala teknik tambang (KTT) CLM, Ahmad Surana Nav mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan investigasi di lokasi kejadian.

Dari hasil investigasi kata dia, kejadian ini diluar kemampuan manusia (Force Majeure).

Lanjutnya, kapasitas ponton tersebut idealnya 11.000 MT, namun pada saat kejadian kapasitas ponton baru mencapai 9.801,85 MT, artinya kapasitasnya belum over capacity.

Dari kejadian itu, kami sudah meminta untuk dilakukan perbaikan sebelum ore diberangkatkan ke Kabupaten Morowali.

Selain itu, ore diatas ponton harus ditutup terpal mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan agar menghindari limpahan susulan ke laut.

Menurutnya, bahwa kejadian ini sudah kedua kalinya, makanya dari hasil kesimpulan, kami akan melakukan tindakan tegas dengan memutus kontrak kerja sama dengan pemilik ponton yakni PT Pelayaran Prima Samudra Jaya, tandas Ahmad.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur juga sudah meninjau langsung lokasi kejadian.

Hasil peninjauan itu, Kabid Penataan dan Penaatan DLH Lutim, Nasir Dj menyimpulkan bahwa kejadian ini disebabkan kelalaian pemilik tongkang.

Tongkang tersebut sudah termakan usia sehingga perlu ditinjau ulang kelayakannya oleh isntansi terkait yakni Syahbandar Malili sebelum dan sesudah memuat, terangnya.

“Di lokasi, kami menyampaikan ke Pihak PT CLM dan pemilik tongkang agar tidak lagi menggunakan ponton sebelum dilakukan perbaikan,” kata Nasir.

Agar kejadian ini tidak serupa, kami meminta agar ore diatas ponton di pindahkan ke ponton lainnya sehingga tidak menimbulkan kerugian.

Dijelaskannya, sekitar 7 sampai 8 ton ore tumpah ke laut sehingga dikhawatirkan akan merusak biota perairan air laut sekitar jetty.

Oleh sebab itu, untuk membuktikan kondisi masih dibawa ambang baku mutu atau sebaliknya, kami mengambil sampel air laut untuk di cek melalui Laboratorium.

Tetapi berdasarkan pengamatan kami di lokasi kejadian, permukaan air laut masih terlihat normal pasca kejadian tersebut.

“Hari senin kami undang pihak PT CLM dan pemilik ponton untuk menjelaskan kejadian tersebut dan langkah-langkah yang akan mereka lakukan selanjutnya,” kuncinya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *