Staf Humas Pemkab Lutim Marah-marah, Masyarakat Diminta untuk Tidak Mengkritik

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Staf humas Pemkab Lutim, Sulvi Suardi menayangkan sebuah video dirinya melalui media sosial Facebook lima jam yang lalu, Jumat (01/05/2020).

Video yang berdurasi 6 menit 55 detik itu, terlihat sedang siaran langsung disebuah tempat pemeriksaan covid-19 di Kecamatan Towuti.

Dalam videonya, Sulvi mengatakan, “saya hadir untuk memperlihatkan ke kita semua bahwa teman-teman masih semangat menjaga kita semua”.

“Jadi kalau masih ada komentar miring diluar sana yang bilang apa kerjanya itu tim, lihat mi ki sekarang, satu saja orang positif mereka harus mentresing keluarganya, kerabatnya, temannya, apalagi sekarang sudah lebih dari satu positif di Luwu Timur”.

“Jangan mi ki berhenti mi ki kasian berkomentar yang tidak jelas, kalau kita tidak tahu, atau kita merasa lebih tahu jangan mi, banyak sekali orang disana yang memikirkan apa jalan keluarnya, sementara kita hanya teriak-teriak saja di medsos. Menjengkelkan”.

“Seandainya kalian lihat dengan mata kepala sendiri kalian bisa tahu bagaimana kondisi yang ada di lapangan, jangan hanya di rumah mu, terus kau teriak-teriak sembarangan, kaya orang tidak bekerja, lihat mi ki orang sedang bekerja,” sembari memperlihatkan rekaman video aktivitas tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menanggapi video tersebut, Ketua Pospera Luwu Timur, Erwin R Sandi menegaskan, kalau bukan kapasitas anda, tidak usah ngomong ke publik.

Menurutnya, kritikan dari publik harusnya disaring dan dipilah. Karena diantara kritikan itu bisa jadi masukan yang berarti bagi tim gugus. Jangan justru nyinyir membalas kritikan dari publik.

“Kalau bukan kapasitas anda untuk ngomong, ndak usah tampil seolah-olah. Jangan jadi jubirnya jubir,” tegas Erwin.

Karena dengan adanya seperti itu kata dia, justru anda memperlihatkan ke publik ketidak profesonalan Tim Gugus.

“Wajarlah kalau masyarakat komentar dan mengkritik kerja-kerja tim gugus yang progresnya tidak jelas. Andaikan bagus kerjanya sejak awal, tidak mungkin banyak bgini korban positif corona di Lutim,” tandasnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *