Warga Desa Lagego Ini Tolak BLT DD karena Merasa Ada yang Lebih Butuh

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Guna menekan dampak yang di rasakan masyarakat di tengah pandemi covid-19, pemerintah mengupayakan beberapa kebijakan. Salah satunya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

Demikian halnya dilakukan pemerintah Desa Lagego, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Dimana kebijakan itu dikabarkan telah rampung disalurkan ke penerima manfaat yang didampingi langsung Bhabinsa, Babinkamtibmas serta pendamping desa.

Namun, ditengah penyaluran kebijakan tersebut ada salah satu warga menolak menerima BLT Dana Desa, yakni Syamsul Bahri warga RT 1, Dusun Batangge, Desa Lagego.

Pria yang diketahui berprofesi sebagai pedagang pasar ke pasar itu, memiliki alasan tersendiri untuk menolak bantuan, ia sadar akan kondisi dirinya dan warga lain yang ada di Desanya.

“Saya bukan orang kaya, saya bukan orang mampu, saya orang miskin dan saya juga terdampak covid-19. Tetapi masih ada yang lebih layak menerima bantuan itu,” ujar Syamsul Bahri saat dikunjungi pemerintah desa Lagego di rumahnya, Jumat (22/05/2020).

Sekali lagi terimakasih banyak kepada pemerintah desa Lagego atas perhatiannya ke masyarakat khususnya ke saya secara pribadi, tetapi berikan mi’ ki’ bantuan ini ke masyarakat lainnya yang lebih membutuhkan, ucapnya lagi.

Sekdes Lagego, Aldiansyah yang memimpin rombongan berkunjung ke rumah Syamsul Bahri mengaku merasa takjub dengan sifat mulia serta kepedulian yang dimiliki pak Syamsul.

“Meski diketahui beliau layak menerima bantuan ini tetapi dengan rasa kepedulian yang tinggi, ia meminta agar bantuan untuk dirinya dialihkan ke warga lainnya yang lebih membutuhkan,” kata Aldiansyah.

Senada dari itu, anggota BPD Desa Lagego, Alimuddin yang ikut dalam rombongan tersebut menuturkan rasa haru kepada Syamsul Bahri.

Menurutnya, sangat jarang ditemukan orang yang memiliki sifat seperti bapak Syamsul Bahri disaat situasi seperti ini, dimana semua orang merasa kesusahan, terang Alimuddin.

Terlihat sesekali pemerintah desa membujuk Syamsul Bahri mau menerima bantuan tersebut, namun lagi-lagi ia tetap menolak dan meminta untuk dialihkan ke warga lainnya.

Ditambahkan Alimuddin, pak Syamsul Bahri ini layak menerima bantuan, tetapi karena beliau meminta untuk dialihkan ke warga lainnya maka kita akan dudukkan kembali di internal pemerintah desa.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *