INPUTRAKYAT_MAKASSAR,–Mengantisipasi penyebaran virus anthraxs dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) kota Makassar menggelar test darah bagi sapi-sapi qurban yang di jual di jalan Nikel kecamatan Rappocini di kota Makassar, pada Sabtu (18/8/2018).
Test di lakukan dengan mengambil sample darah sapi qurban yang di jual, untuk selanjutnya di lakukan test di laboratorium. Koordinator tim pemeriksaan hewan qurban Kecamatan Rappocini, Mamajang dan Mariso, Qais Yusuf menjelaskan pengambilan darah untuk kepentingan pemeriksaan di laboratorium.
“Pengambilan sampel darah untuk memastikan bahwa sapi itu terbebas dari penyakit, utamanya antrhaxs” ungkasp Qais.
Qais Yusuf menambahkan pengambilan sample tidak di tentukan oleh kriterian khusus, semua sapi qurban yang di jual pasti akan di ambil sample darahnya.
“Kita ambil secara acak jadi semua lokasi penjualan sapi di ambil darahnya, termasuk yang juga di curigai” tegas Qais.
Hingga hari ke empat pemeriksaan petugas, belum menemukan adanya hewan qurban yang terjangkit virus anthraxs atau penyaki hewan lainnya. Meski demikian pemeriksaan akan terus di lakukan untuk memastikan keamanan dan kesehatan hewan qurban yang di jual
“Sampai hari ke 4 alhamdulillah belum ada di temukan yang berpenyakit antrhaxs, untuk kedepannya kita tetap lakukan pemeriksaan sampai semua tempat di periksa” pungkas Qais.
Sejauh ini pemeriksaan kesehatan hewan telah memeriksa 3, 294 ekor sapi. Dari hasil ini 2720 ekor di nyatakan sehat dan layak qurban, dan mendapatkan kartu kesehatan hewan, sedangkan sisanya sebanyak 574 ekor di nyatakan tidak layak. Penyebabnya masih di dominasi oleh cacat fisik dan tak cukup umur.
Liputan: Noya|Editor: AMK














