Example 728x250
Example 728x250
Input Ekonomi

Agustus 2018, Ekspor Sulsel Menurun, Impor Malah Meningkat

544
×

Agustus 2018, Ekspor Sulsel Menurun, Impor Malah Meningkat

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT-MAKASSAR,– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan merilis berita resmi perkembangan ekspor dan impor bulan agustus 2018.

Kepala bidang statistik distribusi BPS Sulsel, Akmal, S.Si, mengatakan Agustus 2018 ekspor Sulsel menurun 10,96 persen dibandingkan bulan Juli 2018.

“Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2018 tercatat mencapai US$ 99,56 Juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 10,96 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan Juli 2018 yang mencapai US$ 111,81 Juta.

“Sementara untuk capaian Agustus 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 17,77 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 84,54 Juta, ujar Akmal, di kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Senin (17/9/2018).

Lima komoditas utama yang diekspor pada bulan Agustus 2018 yaitu nikel; biji bijian berminyak dan tanaman obat; kakao/cokelat; garam, belerang dan kapur; serta ikan, udang serta hewan air tidak bertulang belakang lainnya dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 67,02 persen, 9,93 persen, 6,14 persen, 5,29 persen dan 2,88 persen.

Sebagian besar ekspor pada bulan Agustus 2018 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Malaysia dan Filipina dengan proporsi masing-masing 70,53 persen, 14,54 persen, 3,11 persen, dan 3,06 persen.

Sementara itu, untuk Nilai Impor Akmal menjelaskan barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Provinsi Sdlawesi Selatan pada bulan Agustus 2018 tercatat mencapai US$55 106,30 Juta

“Angka ini mengalami peningkatan 6,95 persen bila dibandingkan nilai impor bulan Jui 2018 yang mencapai US$ 99,40 Juta.

“Sementara itu, capaian Agustus 2018 tercatat mengalami ceningkatan sebesar 7,20 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 99,16 Juta,” jelasnya.

Lima komoditas utama yang dimpor pada bulan Agusturs 2018 yaitu bahan bakar mineral; gula dan kembang gula; gandum ganduman; pupuk; dan ampas/sisa industri makanan dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 34,73 persen, 16,91 persen, 11,93 persen, 7.20 persen dan 5,28 persen.

Sebagian besar impor pada bulan Agustus 2012 didatangkan darl Singapura, Thailand, Tiongkok dan Kanada dengan proporsi masing masing 38,49 persen, 20,08 persen, 15,59 persen dan 8,25 persen.(*)

Liputan : Noya | Editor : Amk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *