INPUTRAKYAT_LUTIM,–Puluhan tenaga medis di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, mempersoalkan adanya dugaan praktek pemalsuan tanda tangan pada slip gaji.
Demikian halnya dialami salah satu tenaga medis yang bertugas di salah satu Puskesmas di Luwu Timur, berinisial LN.
Kepada InputRakyat.co.id, LN berprofesi dokter ini mengaku kalau tanda tangan dirinya telah dipalsukan.
Dimana saat hendak menerima gaji, Ia diperlihatkan oleh bendahara tempat dirinya bekerja berupa slip gaji yang sudah ditandatangani.
Melihat hal itu, LN merasa kalau ia belum pernah bertanda tangan pada slip tersebut.
“Saya tidak pernah bertanda tangan diatas slip gaji itu, dengan besaran gaji senilai Rp. 3 juta. Kok tiba-tiba tanda tangan saya sudah ada,” ungkap LN, Senin (01/10/18).
Tak sampai disitu kata LN, slip itu diserahkan ke Dinas Kesehatan melalui Bendahara untuk dicairkan. Namun, dari Rp. 3 juta tersebut mendapat pemotongan sebesar Rp. 1,5 juta dengan alasan tertentu, sehingga gaji yang saya terima pada saat itu hanya Rp. 1,5 juta.
“Jujur saya tidak persoalkan besaran nilai gaji ini, tetapi saya pertanyakan kenapa tanda tangan saya dipalsukan, dan saya tidak tahu siapa yang palsukan,” tandas LN.
Menurutnya, kalau kasus ini bukan hanya saya yang mengalami. Setelah saya cek, ternyata sekitar puluhan orang yang serupa dengan saya.
Berdasarkan informasi saya dapatkan, bahwa persoalan ini sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Lutim.” Saya tidak tahu siapa yang laporkan,” katanya.
Terpisah, Kadis Kesehatan Lutim dr. H. April menuturkan kalau persoalan ini sudah diketahuinya.
“Saya sudah telepon pimpinan Puskesmas tersebut, dan dia menceritakan kronologisnya,” ujar April.
Dan bahkan bendahara kami sudah dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polres Lutim untuk dimintai keterangan.
Persoalan ini saya akan laporkan ke pimpinan (Bupati-red) nantinya, singkat April.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lutim, IPTU Akbar Andi Malloroang saat dihubungi melalui telepon genggamnya membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan tersebut.
“Iye kami sudah terima laporan itu, diduga sekitar puluhan orang yang dipalsukan tanda tangannya dan kasus tersebut sementara kami dalami, tutupnya.
Liputan: Arif | Editor: Amk.














