Example 728x250
Example 728x250
Input Lutra

Layaknya Preman, Dua Warga Salu Bua Dikeroyok Oknum Polisi Lutra

452
×

Layaknya Preman, Dua Warga Salu Bua Dikeroyok Oknum Polisi Lutra

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

INPUTRAKYAT_LUTRA,–Nama baik Kepolisian Republik Indonesia kembali tercoreng akibat ulah oknum Polisi yang bertugas di Polres Luwu Utara, Sulsel.

Dimana oknum Polisi bernama Yan Partha Wirakrama bersama rekannya melakukan pemukulan layaknya preman terhadap dua warga Dusun Salu Bua, Desa Metal, Kabupaten Luwu Utara.

Keduanya adalah Asriwahyudi dan Kadek Pirauda. Keduanya mengaku telah dianiaya oknum Polisi bersama beberapa orang lainnya disejumlah tempat.

Diceritakannya, bahwa kejadian itu bermula gara-gara status di Facebook, ungkapnya kepada wartawan, Senin (29/10/18) kemarin.

“Teman saya dichat WA mempertanyakan status yang saya tulis di Facebook. Di status itu saya menulis “Pak ada orang mau pukul ka #Lapor Bapak,” kata Asriwahyudi.

Dari status itu, berlanjut kami untuk ketemu di SPBU Tamboke (Cakaruddu) untuk membicarakan baik-baik tentang status yang saya unggah agar tidak salah paham dan berkelanjutan, ujarnya.

Karena kami merasa ajakan itu secara baik-baik, saya bersama Kadek Pirauda memenuhi ajakan itu. Namun beberapa lama kemudian, kami disergap beberapa orang pelaku, lalu dibawa ke belakang warung kopi dan langsung dipukul, beber Asriwahyudi.

Tak sampai disitu kata Asri, pemukulan itu berlanjut saat kami dimasukkan kedalam mobil untuk dibawa ke Kantor Polisi.

“Saat diperjalanan ke Kantor Polisi, didalam mobil kami terus dipukul, sesampai di Kantor Polisi, kami disuruh duduk di Pos lalu dipukul lagi oleh oknum Polisi bersama teman pelaku,” terangnya.

Ditanya nama oknum Polisi tersebut, Asriwahyudi menduga kalau nama salah satu oknum tersebut yakni, Yan Partha Wirakrama.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy Fs Samola saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengaku anggota tersebut telah diperiksa Propam Polres Luwu Utara.

“Anggota sementara diperiksa Propam, kemarin sudah dilaksanakan pertemuan dengan keluarga korban dan berdamai,” kata Boy.

Sementara itu, dari pengakuan Kapolres Lutra tersebut dibantah oleh orang tua Asriwahyudi kalau persoalan itu telah dianggap damai.

Liputan: Rk | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *