Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Uang Proyek Dibawa Kabur Kontraktor, Proyek Irigasi Amburadul

556
×

Uang Proyek Dibawa Kabur Kontraktor, Proyek Irigasi Amburadul

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Proyek peningkatan jaringan irigasi D.I Puncak Indah, Kecamatan Malili, amburadul akibat ditinggal pergi rekanan.

Proyek tersebut menyedot APBD 2018 sebesar Rp. 416.826.275,80, sepanjang kurang lebih 200 meter dengan masa pelaksanan 170 hari kelender terhitung dari tanggal kontrak yakni 03 Juli 2018.

Pantauan media ini di lokasi proyek, tampak tersebar dibeberapa titik mengalami keretakan.

Parahnya, sekitar 20 meter terlihat tebing tanah yang dilalui irigasi hanya ditempel menggunakan semen tanpa memasang batu gunung.

Selain itu, dibeberapa pekerjaan lainnya hanya menggunakan satu batu lalu menempel dipinggiran tanah. Sementara lantai irigasi tersebut terbilang tipis sehingga mudah jebol.

Salah satu pekerja yang ditemui di lokasi proyek mengaku kalau pekerjaan ini amburadul.

“Saya nda tau siapa pelaksana sebelumnya pak, yang jelas kami hanya pekerja kedua yang dipekerjakan oleh Amin Mahadeng yang tak lain adalah pemilik perusahaan yakni CV. Timur Prima,” ungkapnya kepada InputRakyat.co.id, Selasa (20/11/18) yang enggan dipublikasikan namanya.

Menurutnya, kontraktor sebelumnya saya dengar sudah membawa kabur sejumlah uang proyek ini. Tapi saya nda tau berapa nilainya.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Maria Klaret selaku PPK Dinas PUPR membenarkan kalau rekanan sebelumnya membawa kabur sejumlah uang.

“Sekitar 30 persen atau senilai kurang lebih Rp. 150 juta dari nilai kontrak uang muka dibawa kabur oleh rekanan sebelumya,” ucap Maria.

Ia juga menyebut nama kontraktor sebelumnya yang membawa kabur uang. “Yang kerja pertama ini yakni Andi Odda. Karena Ia kabur, maka pekerjaan diambil alih oleh pemilik perusahaan,” terangnya.

Lanjutnya, yang jelas saya tidak akan menerima atau membayarkan pekerjaan itu kalau tidak dibenahi.

Sementara itu, salah satu warga setempat Andi Mulki mengaku kecewa atas proses pekerjaan irigasi itu yang tampak amburadul.

“Saya tidak mau lihat pekerjaan itu berlangsung kalau tidak dibongkar semua yang bermasalah, ini sangat merugikan kami selaku penerima manfaat,” tandasnya.

Kalau pekerjaan itu tidak dibenahi saya bersama warga lainnya akan turun demo dan menutup pekerjaan sampai rekanan membenahinya, tutup Mulki.

Liputan: Arif | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *