INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kanuda (53) yang bermukim di Jl. Manggis, Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Kab. Luwu Timur, terpaksa harus membanting tulang untuk membersihkan wisata alam air terjun yang disebut “Mata Buntu” setiap hari.
Namun upaya itu tak sebanding apa yang dilakukan. Pasalnya, dengan menekuni kegiatan selama kurang lebih lima tahun itu, tak satu pun pemerintah baik tingkat desa hingga ketingkat daerah untuk melirik, khusus nya pemberian upah.

Diusianya yang sudah terbilang lanjut itu, Kanuda mengaku senang membersihkan tempat wisata tersebut setiap hari meskipun tak mendapatkan upah.
“Setiap hari saya menyapu dan memungut sampah dari sisa makan para pengunjung,” cerita Kanuda kepada InputRakyat.co.id, Rabu (28/11/18).
Menurutnya dirinya merasa kasihan melihat tempat wisata itu harus dipenuhi sampah. Terlebih-lebih sisa makanan para pengunjung yang bakal menimbulkan bau tak sedap.
Untuk menuju ke tempat wisata Mata Buntu, bapak empat anak ini harus berjalan kaki dari kediamannya dengan jarak kurang lebih 3 kilo meter.
“Karena tuntutan itu, saya harus terpaksa berjalan kaki pak, karena nda ada kendaraan. Tapi nda jadi masalah yang peting wisata itu bersih dan disenangi pengunjung,” ucapnya.
Disinggung upah yang didapatkan kata Kanuda, tidak ada dari pemerintah, namun terkadang pengunjung mungkin kasihan lihat saya jadi saya dikasi uang Rp. 50 ribu, dan bahkan juga tidak ada pak. “Tapi saya iklas pak jalani pekerjaan ini,” tutupnya.

Liputan: Redaksi | Editor: Amk.














