Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Kecamatan Towuti Krisis Air Bersih

628
×

Kecamatan Towuti Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Salah satu kebutuhan mendasar masyarakat adalah tersedianya sarana air bersih.

Demikian halnya yang diidamkan warga Wawondula, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Faktanya, sampai saat ini wilayah tersebut masih terbilang krisis air bersih, sebagaimana cuitan Zhoelch ITnova dalam akun facebooknya yang diunggah pada Sabtu (26/01/19) kemarin.

MIRIS itu, ketika suatu daerah yg diapit 2 danau besar tapi sarana #AirBersih tidak pernah beres dan itu terjadi sudah puluhan tahun dan daerah itu bernama Wawondula, kec.Towuti, kab.Luwu Timur, SulSel.” tulisnya.

Tak sampai disitu, Ia membeberkan dalam tulisannya mengatakan, #Tahun1987;
Pertama kali hijrah ke Wawondula, masih kec. Nuha, kab. Luwu. Orang2 antri bergantian mengambil air bersih untuk konsumsi pada titik2 kran air yg terpasang pada waktu2 tertentu. Walau jauh, tetap rela demi untuk konsumsi karena tidak semua air sumur warga baik dan layak konsumsi.

Tahun2000;

Saat itu Wawondula dan sekitarxa sudah jadi kec. Towuti kab. Luwu Utara. Pemasangan instalasi pipa air bersih baru oleh kontraktor lokal CV. TOWUTI SAKTI tanpa menutup jalur pipa lama dan memasang kran bercabang untuk 6 rumah setiap cabangxa. Ini berlangsung lama da dinikmati masyarakat karena dibawah pengawasan Town Maintenance PT. INCO. Setelah INCO diakuisisi VALE, pengawasan air bersih tsb jadi kendor dan akhirxa macet juga.

Tahun2015;

Wawondula, kec. Towuti sudah jadi kab. Luwu Timur. Pemasangan instalasi pipa air yg baru dari Timampu/Pekaloa sampai ke Wawondula dgn mematikan jalur pipa lama dan memasang kran air tiap 4 rumah meskipun baxak kran yg di pasang secara sembrono. Awal pengoperasianxa, air mengalir dgn normal dan memuaskan masyarakat karena mampu mengisi tong penampungan air di lantai 2 tanpa menggunakan pompa.

Sekarang sudah 2019, jangankan mengisi tong penampungan air, mengalir ke kran dlm rumah yg tinggixa tdk sampai 50cm saja tdk bisa. Kran2 air itu hanya jadi pajangan di depan rumah tanpa ada air yg mengalirinya. Entah air danaunya sudah habis atau pengurusxa yg tdk beres/sontoloyo ??, Tulisnya.

Diakhir tulisannya pemilik akun Zhoelch ITnova ini juga meminta agar, Bapak Camat Towuti, Bupati Luwu Timur dan Gubernur Sulawesi Selatan, tolong perhatianxa pak atas sarana air bersih ini karena sangat pokok dan dibutuhkan masyarakat. Serahkan pengelolaanxa pada PDAM, pasang meteran kita bayar biar lancar dan lebih baik.

“Bagaimana mau jadi Luwu Timur Terkemuka kalau sarana air bersih saja tdk beres ???,” tambahnya.

Postingan itu mendapat reaksi sebanyak 47 komentar dan 52 kali dibagikan.

Menurut komentar yang muncul di postingan tersebut, “Entah ini air nyangkut di mna smua sy sj tnggal di tmampu dkt skli dri danau tpi mulai thun 2015 yg nma.x air Pam tdk prnh mi sy rskn kdg mngalir sdkit kdg tdk sma skli ember kcil pun tdk prnh pnuh klo mw ngandalin air Pam.. Pdahal pipa dpn rmh terpajang dgn baik…” kata akun Riska Tasdin dalam salah satunya komentarnya di postingan Zhoelch ITnova.

Senada juga ditulis oleh akun Dank Firman. Dia menulis komentar, “Sebenarnx sudah enteng kerjanx klo di ambil alih sama PDAM …distribusi line sdh ada .bak penampungan sdh ada .pump juga sudah ada..sisah psng flow meter sama stop kran PDAM…” katanya.

Sementara itu, akun bernama Aras juga mengatakan,”Jgnkn diwwd, sy sj ditimampu tdk mnikmati!!”

Lain halnya diungkapkan, akun bernama Erwin Sima,“Ayo Om Om & Tante Tante Caleg tunjukan pesonamu 😂 ,dekat2mi di jadikan bahan Kampanye ini wkwkwk 🤣,” ucapnya.

Liputan: Ali | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *