INPUTRAKYAT_LUTIM,–Masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) dihebohkan atas pernyataan Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Hamidin menyebut kalau teroris berasal dari Sulsel, sebagaimana dikutip diberbagai media online.
Hal itu diungkapkan saat memberikan sambutan upacara farewell parade di halaman Mapolda Sulsel, Sabtu (26/01/2019).
Dikatakan mantan Kapolres Luwu Utara ini, jika dilihat dari sejarah panjang terorisme, asalnya juga dari Sulsel.
Dari pernyataan itu menuai pro kontra berbagai pihak. Salah satunya MAWIL FPI Luwu Raya secara tegas keberatan atas pernyataan itu.
“Seharusnya Kapolda tidak membuat masyarakat Sulsel resah dengan pernyataan ini, walaupun sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolres di Kabupaten wilayah Sulsel, tapi tidak serta merta memahami karakter suku di Sulsel,” ungkap Abd. Rauf Dewang Ketua MAWIL FPI Luwu Raya kepada InputRakyat.co.id melalui telepon genggamnya, Senin (28/01/19).
Menurutnya, pernyataan yang dilontarkan Kapolda Sulsel sudah mengandung unsur SARA (Suku, Agama dan Ras) dengan menyebut nama kedaerahan, ujar Rauf.
Perlu dipahami bahwa teroris itu jangan dikaitkan dengan salah satu daerah, tandasnya.
Sebagai seorang Jenderal kata Rauf, seharusnya memberikan suasana yang hangat, harmonis, damai dan tidak serta merta mengaitkan teroris dengan Islam atau mengungkit kesalahan sejarah lampau tentang NII/DI TII.
Maka dari itu, kami bersama masyarakat Sulsel meminta Kapolda Sulsel menarik kembali pernyataan tersebut sekaligus meminta maaf atas ucapan itu, pintanya.
Ketika hal ini tak diindahkan, MAWIL FPI Luwu Raya bersama masyarakat akan turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa, kuncinya.
Liputan: Redaksi | Editor: Amk.














