INPUTRAKYAT_MAKASSAR– Guberbur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah menilai, harga rumah di Makassar sangat mahal karena harga tanah dan nilai jual objek pajak (NJOP) sangat tinggi. Kritikan ini di samapaikan saat membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2019 di Hotel Claro Minggu 24 Februari 2019.Hadir pada acara ini, Kepala Kantor OJK Regional VI Sulampapua, pimpinan perbankan, pengurus REI, dan ratusan pengembang.
Prof HM Nurdin Abdullah, mengatakan, pemerintah harus hadir untuk menata birokrasi. Memudahkan semua perizinan.

Foto: Sambutan Gubernur Sulsel dalam acara Rapat DPD REI
“Tolong dikaji berapa nilai komponen administrasi. Nanti kita pangkas biaya administrasi supaya murah harga rumah di sulsel ,” jelas Nurdin Abdullah dalam sambutannya di acara Pembukaan Rakerda REI Sulsel 2019 di Claro Hotel.
Bupati Bantaeng 2 periode ini menilai Produk perumahan di Sulsel masih sangat dibutuhkan. Pangsa pasar perumahan di Sulsel, khususnya di Makassar, katanya, masih cukup besar. Ia menjelaskan yang menjadi kendala adalah daya beli yang masih kecil. Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong kesejahteraan rakyat dengan cara menggerakkan semua sektor ekonomi. Ia pun berharap ke depan ekonomi Sulsel akan melaju dengan cepat.
“Sekarang kita sudah bisa ekspor langsung melalui pelabuhan Makassar. Pertumbuhan ekspor luar biasa selama empat bulan terakhir,” katanya.
Karena itu, Nurdin Abdullah yakin daya beli produk perumahan di tahun-tahun mendatang akan terus meningkat.
Liputan: Noya |Editor: Freeya














