INPUTRAKYAT_MAKASSAR – Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, pemerintah kota Makassar telah mempersiapkan berbagai event yang di jadwalkan dalam calender of event Dinas Pariwisata kota Makassar 2019, Kamis (28/3/2019).
Didalam kalender event ini, terdapat 20 event unggulan yang akan diselenggarakan sepanjang tahun 2019, termasuk event kebanggaan Makassar yaitu Makassar Internasional Eight Festival atau yang kita kenal F8.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu saat konferensi pers Rabu (27/3/2019), mengatakan diantara 20 event yang ada dalam kalender pariwisata kota Makassar tiga diantaranya telah terlaksana yakni festival musik taman, pasar seni wisata dan festival bahari 2019.

Dalam waktu dekat kita juga akan menyelenggarakann event pekan produk kreatif pada tanggal 1-2 April 2019, Celebes beauty fashion week, 3 – 7 April 2019, serta Makassar culinary night 1 pada 13 April 2019. Untuk event Makassar Internasional Eight Festival (F8) akan di selenggarakan, 4-8 September 2019.
“Dalam event ini pastinya meriah karena terdapat atraksi budaya, festival kuliner, direct sale dan expo. Dan tentunya juga yang menjadi produk andalan kami F8 yang sekarang menjadi top 10 dari Kementerian Pariwisata,” ujar Kamelia.
Kamelia berharap, hadirnya calendar of event mempermudah industri pariwisata terutama di sektor travel Ageng untuk membuat paket wisata ke kota Makassar.
“Kalender event juga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke kota Makassar. Besar harapan, sektor pariwisata dapat terus memberi dampak positif dalam kemajuan kota Makassar,”harapnya.
Untuk tahun 2019, Dinas Pariwisata Kota Makassar menargetkan jumlah kunjungan sebesar 7 juta untuk wisatawan nusantara. Sementara untuk wisatawan mancanegara, Dinas Pariwisata menargetkan sebanyak 111.720 kunjungan.
“Sektor pariwisata menjadi salah satu leading sector pembangunan ekonomi nasional yang mengalami peningkata. Untuk di Makassar sendiri, sektor pariwisata menyumbang penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 300 miliar rupiah, atau sebesar 20 persen,” kuncinya.
Liputan : Noya | Editor : Amk














