INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pembangunan perumahan transmigrasi yang disebut SKPC 1 Koromolai, Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, disinyalir tidak sesuai bestek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangunan yang menelan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 2,9 Milyar ini, diduga dikerjakan asal-asalan.
Dimana letak bangunan tersebut dinilai tidak simetris. Pasalnya, kontraktor pelaksana yakni PT. Duta Makarti Tama mengawali pelaksanaan hanya menggunakan meter ukur dalam pemetaan lahan.
Sementara untuk teknis pelaksanaan pemetaan lokasi, rekanan seharusnya menggunakan Theodolit.
Akibatnya, sisi bangunan rumah tampak tidak lurus. Selain itu, letak pembangunan jalan antara rumah juga tidak sesuai dengan gambar, sehingga harus mengorbankan lahan pekarangan rumah sepanjang satu baris.
Sementara di gambar, untuk lahan tempat rumah per unitnya berukuran 20×50 meter.
Ketika mengalami pengurangan lahan, dipastikan lahan rumah yang bersoal akan berkurang 2 sampai 3 meter, dikarenakan pembangunan jalan akan kembali di rubah.
Persoalan tersebut, juga dibuktikan dengan dipasangnya patok batas di badan jalan oleh Dinas terkait Pemprov Sulawesi Selatan, baru-baru ini.
Hal tersebut dibenarkan Herul selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Transmigrasi, Industri dan Ketenagakerjaan, Luwu Timur, kepada media ini, Sabtu (14/09/19).
“Iye, diawal pelaksanaan pemetaan lokasi, rekanan hanya menggunakan meter ukur, seharusnya mereka gunakan Theodolit,” ungkapnya.
Untuk patok itu kata Herul, Dinas terkait dari Pemprov Sulsel yang memasangnya, dan itu merupakan batas jalan dan lahan rumah per unit. Makanya jalan ini kita akan geser mengikuti patok tersebut.
Disinggung ketika jalan tersebut di geser tentu lahan rumah per unitnya akan berkurang.
“Tidak mungkin bangunan rumah di bongkar dan di geser, karena otomatis bangunan rumah dibelekengnya akan ikut bergeser, jadi satu baris itu dipastikan lahannya berkurang, terang Herul.
Sebanyak 25 unit rumah sudah terbangun, beserta jalan lingkungan. Saat ini rekanan tengah fokus menyelesaikan pemasangan keramik dan sarana air bersih, kuncinya.
Liputan: Tim | Editor: Redaksi.














