Example 728x250
Example 728x250
Input Makassar

Atasi Problem Plastik, Coca Cola Gandeng Dua Startup Sulsel

483
×

Atasi Problem Plastik, Coca Cola Gandeng Dua Startup Sulsel

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Sampah plastik merupakan permasalahan yang kini dihadapi masyarakat di berbagai belahan dunia saat ini. Tetapi dengan pengelolaan yang baik masalah ini dapat diatasi.

Coca-Cola bersama para mitra terus berupaya untuk membantu mencari solusi terkait dengan permasalahan kemasan plastik.

Di Indonesia, Coca-Cola menerapkan visi World Without Waste melalui inisiatif Plastic Reborn yang akan menjadi payung dalam berbagai inisiatif keberlanjutan daiam penanganan sampah plastik.

Triyono Prijosoesilo, Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia mengatakan, Plastic Reborn merupakan upaya Coca-Cola Indonesia untuk memberikan pemahaman baru mengenai pengelolaan sampah plastik.

“Kemasan plastik pasca konsumsi dapat ‘dimanfaatkan kembali’ atau menyulapnya agar memiliki nilai bisnis sehingga dapat tercipta sebuah ekonomi sirkular yang berkelanjutan, ” ujar Triyono pada acara bincang-bincang PLASTIC REBORN 2.0 hari di Iconik Jl. Amanaggappa Makassar Rabu (16/10/19)

Lanjut Triyono, melalui PLASTIC REBORN 1.0, Coca-Cola berhasil mengedukasi lebih dari 4.300 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan juga memfasilitasi pengumpulan kemasan plastik pasca konsumsi di lebih dari 100 titik sekolah dan Universitas di kawasan Jakarta, Bekasi yang kemudian telah dikelola dan diproses menjadi tas serbaguna bernilai komersial.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, pada tahun 2019 ini Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bersama Ancora Foundation telah meluncurkan ‘PLASTIC REBORN 2.0’ sebuah lanjutan dari program kolaborasi yang menggandeng startup di bidang pengolahan sampah untuk membangun ”marketplace” agar mendorong terbangunnya ekosistem ekonomi sirkular.

Di plastic reborn 1.0’, dasar pengelolaan sampah yang berkelanjutan adalah pengumpulan limbah kemasan (waste collection) yang tepat dan harus dimulai dari pemilahan di rumah tangga.

lni yang menjadi kerangka utama dari Plastic Reborn sebuah program kolaborasi dari para startup penggiat sampah yang akan bersinergi untuk membangun “market place” yang lebih eflsien untuk sistem persampahan dan daur ulang.

Pastic Reborn 2.0’ berorientasi pada penggunaan teknologi, dengan pendekatan unik akselerasi bisnis berbasis kemasan plastik pasca konsumsi.

Ancora Foundation sebagai mitra CCFI di Plastic Reborn 2.0 berperan sebagai pelaksana yang memiliki fungsi untuk, yakni ENGAGE (fase seleksi & pitching), NURTURE (fase akselerasi) dan ADVANCE (fase amplifikasi).

Ancora Foundation telah mengidentiflkasi dan menyeleksi 20 organisasi yang berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam hal sistem pengumpulan dan recycling sampah di Indonesia untuk dapat masuk ke dalam program ini.

Sementara itu, Ahmad Zakky Habibie, Chief Operating Officer Ancora Foundation menjelaskan, “Tidak mudah bagi kami dan CCFI dalam menyeleksi proposal yang masuk dari para penggiat sampah di Indonesia.

“Setelah melalui beberapa tahap, kami memutuskan bahwa Clean Up, MallSampah dan Gringgo merupakan 3 (tiga) startup terpilih dengan proposal bisnis terbaik yang akan bersama-sama menjalankan kolaborasi di Plastic Reborn 2.0.”

Program ini memberikan hibah (grant) kepada 3 (tiga) startup terpilih sebesar total USD 250,000. Dana tersebut akan dimanfaatkan oleh ketiga startup terpilih untuk meningkatkan kapabilitas perusahaan serta mengembangkan model bisnis dalam hal sistem pengumpulan dan pemrosesan limbah yang lebih baik. “terang Ahmad.

Ahmad menambahkan, “Kami yakin program kolaborasi di Plastic Reborn 2.0 ini dapat membantu kami untuk mengembangkan bisnis. dengan kolaborasi ini kami dapat memberikan layanan pengelolaan sampah yang terintegrasi, tidak hanya daur ulang sebagaimana telah menjadi fokus kami sebelumnya. ” pungkas Ahmad.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *