Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Hadiri Pengukuhan Pengurus AKAR Bersatu Lutim, Armin Tegaskan Pentingnya “Kapamesaran”

517
×

Hadiri Pengukuhan Pengurus AKAR Bersatu Lutim, Armin Tegaskan Pentingnya “Kapamesaran”

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Ketua umum Pusat AKAR Bersatu, Dewi Sartika Pasande mengukuhkan pengurus wilayah AKAR Bersatu Kabupaten Luwu Timur, Minggu (27/10/19) di Gedung Simpurusiang.

Dalam sambutannya, Ketum Pusat AKAR Bersatu, Dewi Sartika P melalui Waketum, Armin menuturkan, untuk kembali merajuk dalam bingkai kapamesaran (persatuan) bija to Rongkong, maka lahirlah organisasi sosial disebut Aliansi Keluarga Rongkong (AKAR) Bersatu.

Ditegaskannya, bahwa lahirnya persatuan ini bertujuan agar keluarga Rongkong tetap kompak, kuat, saling kenal dan bersilaturahim antara satu dengan yang lainnya.

Tak hanya itu, melalui wadah ini keluarga Rongkong dapat menyatukan fikiran, tindakan dan bersinergi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat dimanapun kami berada.

Terkhusus pula memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya Rongkong serta menghargai budaya lainnya sehingga dapat hidup damai berdampingan bersama masyarakat lainnya, papar Armin.

Diceritakannya, zaman sebelum tahun 1954 hubungan silaturrahim dalam kehidupan sehari-hari orang tua kami di Rongkong sangat kental penuh kekeluargaan dan persaudaraan, walaupun mereka hidup dalam segala kekurangan dan keterbatasan, mereka hidup rukun dan damai penuh bahagia.

Namun dampak dari revolusi 1954 tersebut orang-orang tua kita meninggalkan tanah leluhur, sehingga tersebar dan berdomisili pada 4 kabupaten/kota se Tana Luwu hingga di luar ke empat daerah itu sampai sekarang.

Akibatnya, hubungan silaturahim itu menjadi terputus hingga generasi kami sekarang ini, bahkan antar sesama orang satu marga dan satu garis keturunan pun sudah banyak yang tidak saling kenal satu dengan lainnya.

Menurutnya, dalam sejarah Kerajaan Luwu mencatat bahwa orang Rongkong pada zamannya, kuat dan besar karena persatuannya sehingga dijadikan panglima perang kerajaan.

Kerajaan Luwu menjadi Pajung yang dikenal dengan istilah “Pajung Ri Luwu” karena ada Rongkong. Catatan sejarah itulah yang menjadi salah satu pemberi spirit dan semangat buat kami bija to Rongkong untuk mewarisi semangat leluhur yaitu kapamesaran (persatuan).

Sejarah itulah menjadikan organisasi kami disebut aliansi, bukan kerukunan karena kami berada di rumah sendiri yaitu Tana Luwu. Untuk bija To Rongkong yang berdomisili diluar Tana Luwu, membentuk wadah kapamesaran dalam bentuk kerukunan, jelasnya.

“Kami ingin berkarya bersama dalam segala bidang, apapun peran, kedudukan dan dimanapun kami berada. Kami tidak ingin menjadi penonton dirumah sendiri,” tandas Armin lagi.

Kembali Ia menegaskan, bahwa organisasi ini tidak dibentuk dan dikemas untuk berpolitik praktis, walaupun kami tidak akan buta dan tuli dengan politik praktis itu, serta menganut politik bebas aktif dalam bingkai NKRI.

Pengukuhan tersebut disaksikan langsung Bupati Luwu Timur, HM Thorig Hulser, Ketua DPRD Lutim, H. Amran Syam, Pabung TNI, Ketua TP-PKK Lutim, Hj. Pupawati serta pihak Dikbudparmuda.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *