Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Warga Ussu “Tantang” Bupati Lutim Tutup Akitivitas PT PUL

613
×

Warga Ussu “Tantang” Bupati Lutim Tutup Akitivitas PT PUL

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Warga Dusun Salo Ciu, Desa Ussu, Kecamatan Malili, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Salo Ciu Bersatu “menantang” Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler untuk menutup aktivitas tambang PT PUL.

Permintaan tersebut tertuang dalam surat yang ditujukan ke Bupati Luwu Timur, dikeluarkan tertanggal 10 Maret 2020.

Hal itu dibenarkan Ketua Forum Masyarakat Salo Ciu, Abdul Talib Patuo kepada InputRakyat.co.id saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (12/03/2020).

Menurutnya, keberadaan operasi tambang tepat dibelakang pemukiman warga Dusun Salo Ciu sangat mengancam keselamatan warga,” ungkapnya.

Karena kata dia, lokasi aktivitas tambang terletak diatas gunung sementara pemukiman kami berada di kaki gunung.

Lantaran saat ini sudah memasuki musim hujan, tentu dikhawatirkan akan terjadi bencana longsor, pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa beberapa tahun lalu kami diterjang bencana longsor yg mengakibatkan 4 rumah warga rusak parah, jelasnya.

Makanya, kami tidak mau hal serupa terulang lagi. Nah, semenjak keberadaan aktivitas tambang tersebut setiap musim hujan, air disertai lumpur mengalir masuk ke pemukiman warga.

“Kejadian ini menjadi kekhawatiran kami, sehingga warga menjadi tidak nyaman dan takut tinggal di rumahnya,” terang Talib.

Selain itu, tampak pula air berlumpur masuk ke sungai ketika musim hujan, sementara sungai ini merupakan sumber air bagi petani tambak sekitar Salociu.

Oleh sebab itu, kami minta pemerintah daerah dalam hal ini pengambil kebijakan, Bupati Luwu Timur, untuk menutup aktivitas tambang,” pinta Talib.

Lanjutnya, ketika Pak bupati sudah mengeluarkan surat penutupan tentu ada pegangan kami untuk mengontrol aktivitas tambang agar tidak lagi melakukan penambangan di dekat pemukiman warga.

“Surat ini sudah kami layangkan kemarin melalui bagian umum Kantor Bupati, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah daerah seperti apa tindak lanjutnya,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT PUL.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *