Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

PT CLM Bantah Cemarkan Sungai Malili

1163
×

PT CLM Bantah Cemarkan Sungai Malili

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Tampak Sungai Malili, Kabupaten Luwu Timur keruh pasca diguyur hujan deras.

Lagi-lagi warga menduga hal tersebut disebabkan aktivitas tambang PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) yang terletak di Desa Pongkeru.

Hal tersebut terlihat berbagai cibiran warganet di jejaring media sosial melalui Facebook, akhir-akhir ini.

Menepis tudingan itu, pihak PT. CLM angkat bicara. Melalui Direktur Ekternal PT. CLM, Ismail Ahmad mengatakan, keruhnya sungai Malili tidak disebabkan oleh aktifitas pertambangan PT. CLM, tandasnya, Rabu (13/05/2020).

Perlu diketahui, bahwa pada saat hujan deras mengguyur sebagian wilayah Luwu Timur dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan sungai Togo yang berada di Desa Balambano meluap, jelas Ismail.

“Sungai Togo ini adalah yang merupakan aliran sungai yang mengarah ke DAS Malili,” bebernya.

Lanjutnya, DAS sungai Malili merupakan hilir DAS yang mempertemukan dua DAS yakni DAS Larona yang hulunya berasal dari Kecamatan Nuha, Kecamatan Towuti, Luwu Timur dan DAS Pongkeru yang hulunya berasal dari Provinsi Sultra.

“Kondisi actual pada saat pemantauan dilapangan tepatnya di dua aliran DAS tersebut kondisinya memang sangat keruh,” terangnya.

Sementara itu kata dia, settling pound kami pada saat kejadian dalam kondisi normal dengan kata lain tidak ada terjadi luapan ataupun jebol.

Menurutnya, jarak antara sub DAS dengan DAS Pongkeru berkisar 4 Km, secara ilmiah sendementasi sebagian besar akan mengendap di sepanjang aliran yang masuk ke DAS Pongkeru.

Masih dikatakannya bahwa adapun hasil dari air limbah kami yang keluar dari outlet settling pound dari hasil uji internal menyatakan masih memenuhi baku mutu air limbah pertambangan nikel sesuai dengan Permen LH No. 9 tahun 2016.

Sekaitan dari itu, kami juga sudah berkoordinasi dengan DLH Lutim dan UPT Kehutanan saat kejadian, dan mereka langsung turun ke lapangan untuk mengambil sampel air limbah.

“Kami berharap dari hasil analisis uji laboratorium DLH Lutim nantinya akan memenuhi baku mutu yang ada,” harapnya.

Oleh sebab itu, dengan adanya persoalan seperti ini perlu kami menyarankan ke pemangku kepentingan dalam pengelolaan DAS lintas provinsi untuk duduk bersama dalam mengantisipasi dampak aktifitas yang ada di wilayah hulu yang pastinya akan berdampak pada wilayah hilir.

“PT. CLM berkomitmen penuh dalam menjalankan prinsip pertambangan yang baik dan benar, salah satunya mengendalikan dan memelihara fungsi lingkungan hidup serta menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup di Sulsel terkhusus di Kabupaten Lutim,” tambahnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *