Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pemda Luwu Timur Diminta Transparan Realisasi Anggaran Covid-19

380
×

Pemda Luwu Timur Diminta Transparan Realisasi Anggaran Covid-19

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aspirasi meminta pemerintah kabupaten Luwu Timur untuk transparan realisasi anggaran Covid-19.

“Kami meminta Pemda Lutim untuk segera membeberkan realisasi anggaran ini secara transparan, ungkap Direktur Eksekutif LSM Aspirasi, Nasrum Naba, Rabu (01/07/2020).

Menurutnya, penggunaan anggaran ini patut dibuka ke publik sejauh mana realisasinya dan apa saja peruntukannya, sementara anggaran ini cukup besar yakni berkisar Rp 35 Miliar.

“Realisasi anggaran ini harus transparan, seperti berapa nilai anggaran yang sudah dibelanjakan dan apa saja yang dibelanjakan serta berapa anggaran yang masih tersisah,” ujarnya lagi.

Sementara dari beberapa sumber yang kami himpun, bahwa selama masa pandemi Covid-19 Pemkab Luwu Timur terus kebanjiran bantuan dari beberapa pihak, diantaranya PT Vale.

Adapun bantuan yang diterima oleh Pemda kata Nasrum, diantaranya alat rapid test, alat pelindung diri (APD), peralatan medis, sembako dan satu unit kendaraan ambulance.

PT. Vale misalnya, berkisar puluhan ribu alat rapid test mereka sumbang, ditambah lagi APD, perlengkapan medis dan lain-lain, sebutnya.

Seharusnya, hal-hal seperti itulah yang perlu dibeberkan, dan apa saja yang dibelanjakan dari anggaran Covid-19 selama ini, pungkasnya.

Transparansi anggaran ini perlu dilakukan agar tidak terjadi fitnah, hoaks serta menimbulkan sejumlah pertanyaan yang simpang siur dari masyarakat, dan keterbukaan itu diatur dalam UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, jelasnya.

“Nah, ketika anggaran tersebut enggan dibeberkan, tentu Pemda Lutim patut dipertanyakan,” tandasnya.

Sementara itu, Koordinator Korsupgah KPK Wilayah VIII, Dian Patria meminta pemerintah daerah memaksimalkan pengawasan pada penggunaan anggaran Covid-19 agar tepat guna dan tepat sasaran.

“Jangan sampai ada mark-up dalam pengadaan alat kesehatan dan sebagainya,” tegas Dian pada kegiatan realokasi anggaran Covid-19 yang dilaksanakan Pemprov Sulsel sebagaimana dilansir dari beberapa media.

Untuk diketahui, data pasien Covid-19 di Kabupaten Luwu Timur mencapai 498 kasus. Dari 498 kasus tersebut, 387 pasien dinyatakan sembuh dan 111 pasien masih dirawat.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *