INPUTRAKYAT_LUTRA,–Pasca banjir bandang Masamba, Kabupaten Luwu Utara, satu lokasi pengungsian yang terisolir yakni wilayah Maipi yang dihuni sekitar 800 KK.
Untuk menempuh jalur titik kritis itu, para relawan harus melewati lereng gunung yang berdampingan langsung dengan tepi sungai kemudian menyebrangi sungai.
Jalur menuju pengungsian Maipi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 20 kilo meter.
Namun kali ini, jalur ekstrim tersebut berhasil ditaklukkan tim relawan kemanusiaan Luwu Timur dengan menggunakan roda empat, Sabtu (18/07/2020).

Seperti pantauan media ini, tim relawan kemanusiaan Luwu Timur menggunakan mobil ambulance milik PSC 119 Luwu Timur dengan membawa sejumlah sembako dan bantuan lainnya.
“Jalur menunju pengungsian Maipi sangat ekstrim, dimana jalur ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, ungkap Suaib Laibe pengemudi mobil itu.
Karena medannya cukup menantang dijajal kata Suaib, Alhamdulillah kami bisa menembus lokasi pengungsian tersebut dengan menggunakan mobil.
“Baru kali ini jalur menuju Maipi dilalui kendaraan roda empat. Meski cukup melelahkan, tetapi inilah bentuk wujud kepedulian kami terhadap korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara,” kuncinya.

Untuk diketahui, tergabung dalam tim relawan kemanusiaan dari Kabupaten Luwu Timur ini yakni Batara Rescue and Enresponce, SAR Maleo, SAR Malili, FPI, Srikandi PP, berbagai Karangtaruna desa, OPA Verbeek, MZL Masolang Lagego, KPK Lagego, Relawan Kopi 1345, tim media InputRakyat.co.id, newsurban.id dan sejumlah relawan freelance.
Tim relawan kemanusiaan Luwu Timur terjun langsung dilokasi usai bencana banjir bandang Minggu malam (12/07/2020) sampai hari ini.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.














