Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Mahasiswa dan Pemuda Wotu Unjuk Rasa di Kantor Bupati Luwu Timur, Ini Tuntutannya

559
×

Mahasiswa dan Pemuda Wotu Unjuk Rasa di Kantor Bupati Luwu Timur, Ini Tuntutannya

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Puluhan mahasiswa beserta pemuda Wotu menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Luwu Timur, Senin (10/08/2020) siang.

Dalam aksinya, demonstran menuntut tranparansi penggunaan dana Covid-19 dan mengusut tuntas pembangunan kantor Camat Wotu.

Muhammad Rijal selaku jendral lapangan aksi dalam orasinya mengatakan, kami minta pemerintah tidak membohongi masyarakat Luwu Timur, olehnya itu kami meminta pertanggungjawaban bupati menganai kedua tuntutan tersebut.

Lanjutnya, beredar informasi bahwa dana Covid-19 yang disiapkan oleh pemerintah daerah yang dikelola langsung oleh tim gugus sebesar Rp 35 Miliar.

“Jadi kami minta pembelanjaan anggaran tersebut dibuka di publik kalau perlu di mediakan, berapa anggaran yang sudah dihabiskan?, Tegas Rijal.

Selain itu, kita pahami bersama bahwa Kantor Camat Wotu adalah tempat pelayanan masyarakat, dengan kondisi seperti ini seharusnya pemerintah segera mungkin mengambil sikap untuk segera dirampungkan.

“Kami beri waktu ke pemerintah daerah 1 kali 24 jam, untuk memberikan ke kami data pembelanjaan dana Covid-19 serta realisasi proyek kantor camat. Kalau tidak, kami akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar,” tandasnya.

Pantauan media ini, para demonstran diterima langsung Asisten Pemerintahan, Dohri Ashari, Kadis PUPR, Senfri Octavianus, Kepala BPBD, Muhammad Zabur dan Kadis Kesehatan, Rosmini Pandin, mewakili Bupati Luwu Timur.

Menanggapi aksi itu, Kadis PUPR, Senfri Octavianus mengatakan, volume pekerjaan proyek tersebut sudah mencapai 92 persen.

“Yang kami bayarkan ke rekanan hanya 72 persen. Perusahaan ini sudah kami denda, bahkan sudah di blacklist lantaran tidak merampungkan pekerjaannya disisa perpanjangan waktu yang diberikan,” terangnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan, Rosmini Pandin menjelaskan, bahwa tidak semua anggaran Covid-19 sebesar Rp 35 M itu kami gunakan, yang kami gunakan hanya Rp 130 juta lebih, diperuntukkan bagi kegiatan monitoring, evaluasi dan lain-lain.

Untuk Puskesmas kata dia sebesar Rp 200 juta per Puskesmas. “Untuk datanya silahkan temui saya, nanti kami berikan secara rinci,” ucap Rosmini ke Demonstran.

Senada pernyataan kedua Kadis tersebut, Kepala BPBD Lutim, Muhammad Zabur membeberkan, dana Covid-19 ini tersimpan di Kas Daerah (Kasda) tidak semua kami tarik, hanya sesuai keperluan.

Lanjutnya, dana ini terbagi dibeberapa dinas seperti Dinas Kesehatan, Disdagkop-UKM, Dinas Sosial, RSUD I Lagaligo, dan Puskesmas se Lutim.

“Tidak banyak dana ini kami belanjakan, karena banyak bantuan dari luar seperti PT. Vale Indonesia yang menyiapkan alat rapid test, APD dan sebagainya. Bahkan sampai saat ini masih banyak alat rapid test di Vale tersimpan,” tambahnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *