INPUTRAKYAT_LUTIM,–Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-19 Kabupaten Luwu Timur Kamis (12/5/2022), menuai reaksi negatif dari berbagai pihak.
Dalam pidatonya Gubernur Sulsel Andi Sudirman menyinggung warga Rampi yang ingin keluar dari Sulsel karena merasa tidak diperhatikan.
“Katanya ada yang mau keluar dari Sulawesi Selatan ini? Kenapa tidak sekalian keluar dari Indonesia, gitu kan? Kita bukan tidak mau bangun, tidak. Kenapa? Panjangnya kita tentu bertahap. Kemampuan keuangan wilayah ini tidak sekuat yang kita pikirkan,” ujar gubernur termuda itu dilansir dari kanal YouTube Dinas Kominfo SP Luwu Timur.
Pengusaha muda asal tanah Luwu merasa tersinggung atas ucapan sudirman. Menurutnya tidak sepantasnya frase tersebut dilontarkan oleh seorang gubernur apalagi di tengah-tengah rapat paripurna.
” Ini lucu masa seorang gubernur tega berkata seperti itu kepada warganya”, ungkap Ryan melalui sambungan seluler.
“Itukan bentuk kekecewaan warga kepada pemerintahnya, seharusnya solusi yang diberikan. Bukan malah bereaksi dengan candaan, tidak layak jadi gubernur bukan sosok pengayom”, tegas Ryan.
Warga Rampi sebelumnya mengeluhkan terkait pembangunan di wilayahnya yang saat ini masih kesulitan, termasuk infrastruktur jalan sehingga mengancam akan keluar dari wilayah Kabupaten Luwu Utara.
Ucapan gubernur tersebut disesalkan oleh Ryan yang dianggap tidak mencerminkan wibawa sebagai pemimpin. Gubernur andi sudirman sulaiman harus meminta maaf secara terbuka kepada warga rampi atas pernyataan kontroversi tersebut.
“Jika memang tidak sanggup urus tanah Luwu, sudah lepaskan saja dari Sulsel, jangan sakiti hati kami terus pak gub, kami lelah,” Pungkas Ryan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pun memberikan klarifikasi terkait pidato dari sebuah video sambutan yang diduga sengaja dipotong dan disebar hingga viral di media sosial.
“Tidak seperti itu konteksnya. Hanya bercanda dan dalam rekaman utuh kemudian pak gubernur meminta kepada Bupati Lutra, berapa anggarannya karena provinsi bisa memberikan bantuan keuangan,” ujar Kabid Humas, Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sulsel, Sultan Rakib, Jumat (13/5).
Rakib menerangkan bahwa pada saat Gubernur Sulsel membacakan sambutannya di dalam ruang rapat paripurna DPRD Luwu Timur, tidak ada sama sekali maksud yang tersirat dalam video yang viral di media sosial.
“Justru pak gubernur siap membantu melalui bantuan keuangan. Karena ini (jalan) bukan tanggung jawab atau kewenangan pemprov tapi ini kabupaten. Tapi bapak gubernur siap bantu melalui bantuan keuangan,” jelasnya.
Liputan: Rls | Editor: Redaksi.














