Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Gubernur Sulsel Sebut Sepakat dengan Bupati Lutim Kontrak PT Vale Tidak Diperpanjang

698
×

Gubernur Sulsel Sebut Sepakat dengan Bupati Lutim Kontrak PT Vale Tidak Diperpanjang

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan kontrak karya PT. Vale Indonesia tidak diperpanjang di tahun 2025.

Hal itu ia ungkapkan pada rapat dengar pendapat dengan Sekjen dan Plh Dirjen Minerba Kementerian ESDM RI dan RDPU di Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

“Kita tegaskan untuk memperjuangkan tambang eks Vale dikelola oleh BUMD Provinsi dan Kabupaten. Serta lahan kontrak karya tidak diperpanjang. Lahan kontrak karya wajib menjadi milik Pemprov Sulsel. Posisi Pemprov jelas untuk memiliki konsesi tersebut berada di bawah kendali Pemprov bersama Pemkab Lutim,” ujarnya.

Menurut Andi Sudirman, bahwa konsesi wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) bekas Vale sebaiknya dikelola oleh pemerintah daerah (pemda) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat.

“Kita ingin konsesi eks tambang Vale di Sorowako bisa diserahkan ke BUMD. Pemprov Sulsel dan Pemkab Lutim sudah waktunya tidak hanya jadi penonton,” jelasnya.

Lanjutnya, masyarakat kami butuh kedaulatan ekonomi. Tidak ada opsi bagi mereka (Vale) untuk perpanjangan kontrak karya di tahun 2025. Dan saya juga sudah sepakat bersama seluruh pergerakan organisasi yang ada di Luwu Raya.

“Kita tidak mau bodoh lagi disini, kita sudah sampaikan ke toko masyarakat, kami tidak ingin lagi menjadi miskin dimana kami kaya raya (Sumber Daya Alam), kami tidak mau lagi jadi penonton,” tandas Gubernur Andi Sudirman.

“Lahan eks Vale dan kontrak karya hanya kontribusi 1,98 persen pendapatan daerah. Ini sangat kecil sehingga terjadi perlambatan penanganan kemiskinan Luwu Raya dan Luwu Timur di wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam,” jelasnya.

Di catatan 1,98 persen itu sangat menyakitkan bagi kami dimana Vale telah beroperasi selama 54 tahun. Makanya saya ngotot untuk mengambil Bandara Sorowako.

“Saya bilang kalau bapak tidak menyerahkan Bandara ke saya bulan 12 hari jadi Lutim maka tunggu-tunggu roket kami akan meluncur dari Makassar, saya sudah sampaikan seperti itu,” ujarnya.

Mereka (Vale) bisa bergabung ke kami. Kami buka. Silahkan bergabung tetapi untuk konsesi untuk hal ini kami tidak ada kata mundur. Ini sudah kesepakatan kami dengan tokoh masyarakat dengan seluruh pengusaha lokal dan warga Luwu Raya.

Kami inginkan (lahan kontrak karya) menjadi PAD bagi Sulawesi Selatan bersama Luwu Timur, saya juga sudah sepakat dengan pak Bupati Luwu Timur (Lutim) bahwa hal itu kita akan optimalisasi dengan maksimal untuk kesejahteraan orang banyak.

“Kalau hal itu kami tidak lakukan sekarang kapan lagi apakah kita akan menunggu konsesi perpanjangan 35 tahun lagi, kalau saya tidak yakin,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *