INPUTRAKYAT_MORUT,–Partai Gerindra menggelar kampanye pertemuan terbatas di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulteng, Senin (22/1/2024).
Lokasinya, Lapangan Voli titik Nol Petasia, tepatnya disamping Sekertariat DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Morowali Utara.
Dalam sambutannya, Ketua Partai Gerindra Sulteng, H. Longki Djanggola menyebut, partai Gerindra di Morut belum berdaya atau belum signifikan.
Ia mengajak simpatisan untuk memilih perwakilan Caleg Gerindra di Dapil I. Saya tidak mengarahkan siapa yang mau dipilih, tapi harus dari Gerindra, ujarnya.
“Kalau dari 10 calon legislatif partai Gerindra Dapil I tidak ada yang kita senangi pilih saja lambang partai Gerindra, demikian halnya DPR Provinsi dan DPR RI,” sambungnya lagi.
Lanjutnya, saya datang di Morut punya misi khusus yakni untuk memenangkan Prabowo dan Gibran pada Pilpres di Pemilu 2024.
“Mudah-mudahan masyarakat Morowali Utara solid memenangkan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden di Pemilu,” harap Longki.
“Sebagaimana judul lagu Broery Marantika, jangan ada dusta diantara kita, yang artinya kita harus solid memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran,” tandasnya.
Menurutnya, kenapa kita mau satu putaran karena ketika terjadi dua putaran maka negara akan kembali mengeluarkan anggaran besar.
Bahkan, jika putaran kedua, kita tidak ingin terjadi adanya ketegengan politik diantara sesama pemilih.
“Maka sesuai intruksi Prabowo, kita sambut demokrasi ini aman dan damai serta menghindari hoax,” pintanya.
Selain itu, kenapa kita memilih Prabowo-Gibran karena kita melihat Visi Misi-nya.
Diantaranya, pembagian nasi dan susu gratis setiap hari terhadap anak didik kita untuk mewujudkan generasi Indonesia emas, serta menekan angka stunting, dan ini sudah kita lakukan.
Kedepan, jika Prabowo-Gibran memimpin Indonesia maka UMKM akan dipemberdayakan yakni menyiapkan nasi dan susu kepada anak sekolah, serta akan melanjutkan program kerja Presiden Joko Widodo.
Lebih jauh ia mengatakan, bahwa daerah kita ini sampai Morowali terdapat beberapa usaha tambang.
“Ini boleh dicatat, perlu kita ketahui bahwa peralatan vital perusahaan seperti tungku diduga barang bekas yang tidak lagi digunakan di Cina,” tandasnya.
Seharusnya kata dia, pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap peralatan vital perusahaan tersebut.
Ditambahkannya, bahwa tidak lama lagi ibu kota negara akan pindah ke IKN di Kalimantan sana. Lalu apa untuknya bagi Sulteng? yaitu kita akan menjadi penyangga bagi IKN dengan memasok seperti sayu mayur.
“Olehnya itu, rugilah kita tidak memilih Prabowo-Gibran di Pilpres nantinya,” pungkas mantan Gubernur Sulteng dua periode ini.














