INPUTRAKYAT_LUTIM,–Beredar informasi jika puluhan balita dan anak-anak di Kecamatan Burau, Lutim, sebagai sasaran program makanan bergizi malah diberi makanan basi.
Informasi pun beredar jika makanan bergizi tersebut bersumber dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan pemerintah pusat.
Namun setelah dilakukan penusuran, rupanya program tersebut bukan lah program MBG melainkan kegiatan Aksi Stop Stantung (ASS), program pemerintah Provinsi Sulsel.
Demikian diungkapkan Kepala Puskesmas Burau, Nurhapiah Hafid kepada media ini saat dikonfimasi terkait kebenaran infoemasi tersebut, Jumat (8/8/2025).
Ia membantah jika program tersebut bukan lah program MBG melalui pemerintah daerah Luwu Timur melainkan kegiatan ASS dari Pemprov Sulsel.
Dijelaskannya, bahwa kegiatan ini dilouncing pada 28 Juli 2025, lalu, di Makassar yang diikuti para Ibu desa lokasi fokus (Lokus) di Kecamatan Burau.
“Adapun desa lokasi fokus di Kecamatan Burau yakni desa Jalajja, Lumbewe, Burau Pantai, Lagego dan Lauwo,” paparnya.
Sementara rekanan atau penyedia makanan tersebut kata Nurhapia, yakni CV. Amanda Mega Karya.
“Perusahaan ini saya tidak tahu, dan saya tidak kenal. Kami hanya dapat informasi dari Pemprov kalau perusahaan ini sebagai penyedia makanan tersebut,” terangnya.
Sementara kedudukan kami disini tambahnya, hanya sebatas singkronisasi data balita selebihnya di kaver oleh Provinsi dengan petugas Tenaga Pendamping Gizi Desa (TPGD) masing-masing lokus di masing-masing desa.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemda Luwu Timur, Masdin menyatakan, bahwa informasi yang beredar itu bukanlah program MBG, tandasnya.
“Saya kira keliru jika dapur MBG disebut ada di Burau dan sampai saat ini dapur MBG baru ada satu di desa Ussu, Kecamatan Malili, ini yang perlu kami luruskan. Kejadian di Burau itu bukan program MBG,” kuncinya.














