Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Beri Dukungan, Bupati Lutim Temui Khadijah, Hafidzah Cilik Penghafal Al-Quran 30 Juz di Usia 5 Tahun

1646
×

Beri Dukungan, Bupati Lutim Temui Khadijah, Hafidzah Cilik Penghafal Al-Quran 30 Juz di Usia 5 Tahun

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Didampingi kedua orang tuanya, Khadijah, Hafidzah Cilik Luwu Timur pengafal Al-Quran 30 Juz, tersenyum bahagia saat memenuhi undangan Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam di Kantor Bupati Lutim, Jumat (12/8/2025).

Saat masuk di pintu utama kantor Bupati, Bupati Irwan sudah berada di ruangan tunggu. Ia berdiri menyambut kedatangan Khadijah bersama orang tuanya. Undangan khusus ini guna memberikan dukungan penuh.

Khadijah akan tampil di salah satu program televisi swasta, Audisi Hafiz Indonesia. “Ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga kebanggaan masyarakat Luwu Timur. Semoga Khadijah bisa terus menjaga hafalannya dan membawa nama baik daerah kita,” kata Irwan.

“Atas nama pribadi dan pemerintah daerah Luwu Timur, saya mendukung penuh langkah ananda Khadijah mengikuti audisi hafiz. Hadirnya ananda kita ini tentu menginsipirasi kita semua dan para orang tua, untuk mendidik anak-anak kita dengan membaca Al-Quran,” tambahnya lagi.

Di balik senyum polosnya, Khadijah menyimpan keistimewaan yang jarang dimiliki anak seusianya. Di usia 5 tahun 4 bulan, putri bungsu pasangan Habibi dan Tasmaufiha ini telah menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Khadijah bukan satu-satunya dalam keluarganya yang berprestasi. Kakaknya, Mutia, lebih dulu menyelesaikan hafalan pada usia 5 tahun 8 bulan, bahkan sempat menjadi peserta audisi hafidz cilik di salah satu stasiun televisi nasional di Jakarta. Kini, giliran Khadijah mengikuti jejak sang kakak, berkompetisi di ajang serupa.

Habibi, ayah Khadijah, dengan rendah hati mengungkapkan bahwa tidak ada metode khusus yang ia terapkan.

“Setiap malam sebelum tidur, kami perdengarkan murottal Al-Qur’an. Setelah itu mereka kami latih untuk mengulang hafalannya setiap hari,” kata Habibi.

Perjalanan sederhana itu ternyata berbuah hasil luar biasa. Khadijah kini menjadi inspirasi banyak keluarga muslim di Luwu Timur.

Kisah Khadijah dan Mutia menjadi bukti bahwa dengan cinta dan pembiasaan sejak dini, anak-anak mampu tumbuh dekat dengan Al-Qur’an. Di tengah derasnya arus modernisasi, kehadiran hafidzah-hafidzah cilik dari pelosok daerah ini seakan menjadi cahaya yang meneduhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *