INPUTRAKYAT_LUTRA, — Dalam rangka memeringati hari perlawanan rakyat luwu (HPRL) ke 72 dan Hari Jadi Luwu (HJL) ke -750 Yang di pusatkan di luwu utara pada tanggal 24 januari 2018. Di Taman Siswa (Tamsis) masamba.
HPRL tersebut di hadiri Gubernur Sulawesi Selatan, H Syahrul Yasin Limpo,Sri Paduka Datu Luwu,dan Para Bupati dari 5 kabupaten Kota.
Dalam sambutan Bupati perempuan pertaman di sulsel ini mengatakan di mana pada peringatan HPRL dan HJL kali ini di pusatkan di masamba kabupaten luwu utara.
Untuk itu Kata Indah kepada bapak Gubernur Sulsel saya atas nama pemerintah kab. Luwu utara dan masyarakat luwu utara mengucapkan terimah kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kesedian untuk hadir memenuhi undangan kami.
Kami yakin bahwa kehadiran bapak Gubernur akan membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Luwu Utara dan Tana Luwu secara umum.
Pada kali ini juga kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada bapak gubernur dan yang mulia Sri Paduka Datu Luwu karena peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu yang sedianya di lalsanakan pada 23 januari 2018 kemarin karena sesuatu dan lain hal sehingga di undur hari ini.
“Tetapi kami yakin dan percaya bawa pengunduran ini tidak mengurangi makna yang terkandung dalam nilai-nilai perjuangan rakyat luwu yang jatuh pada 23 januari,” ungkap Indah.
Dalam sejarah, kata Indah, lontara tertulis na rekko malukuko attama ko ralalenna baibunta, yang artinya kalau kamu lapar masuklah di tengah-tengahnya baibunta.
“Seperti yang kita ketahui bahwa simbol-simbol tana luwu yang selalu di tandai dengan badik dan pohon sagu. Ini menunjukkan bahwa jiwa setiap orang orang luwu terdapat jiwa ke satria yang senantiasa menjujung tinggi harkat dan martabat harga diri,”Kata Indah.
Pada peringatan hari jadi luwu Ke-750 dan hari perlawanan rakyat luwu yang di selenggarakan setiap tanggal 23 Januari pada dasarnya adalah untuk mengenang nilai-nilai sejarah perjuangan rakyat luwu sekaligus mengingatkan kembali akan sejarah kebesaran kerajaan luwu di masa silam.
Sebagaimana yang tercatat dalam sejarah bahwa pahlawan yang tercatat di Sulawesi Selatan yang menyatakan bergabung dan berintegrasi dalam NKRI setelah Proglamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan adalah Kedatuan Luwu. Hal tersebut di tandai dengan pernyataan Sri Paduka Datu Luwu Andi Djemma yang mengatakan kerajaan luwu adalah bagian dari wilayah persatuan Republik Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan saya selalu berbahagia setiap menghadiri kegitan yang berkaitan dengan hadirnya kerajaan luwu.
“Saya selalu merasa bangga hadir dalam setiap acara perlawanan rakyat luwu dan ini ke 15 kali saya hadir dan tidak perna mau di wakili,”kata Syahrul.
Mungkin, kata Syahrul, tidak harus berlebihan tetapi ia harus katakan sekecil apapun Syarul Yasin Limpo ada andilnya hadir di Luwu Utara dan tentu saja dengan Pak Lutfy dan lainnya yang mempekarsai.
“Mungkin karna ayah saya juga kata Syahrul,tidak pernah berpisah dengan Andi Djemma sebagai pejuang,tokoh militer. Maka dari itu perayaan dan peringatan ini tidak lain untuk mengajak kita semua orang luwu (Bia To Luwu) harus merasa bangga atas apa yang telah di capai oleh orang-orang dahulu kita,” ungkap Syahrul.
Liputan: Rama | Editor: Enggar














