Example 728x250
Example 728x250
Input Lutra

Antisipasi Bentrok Susulan di Desa Munte dan Karondang, Polisi dan TNI Amankan TKP

801
×

Antisipasi Bentrok Susulan di Desa Munte dan Karondang, Polisi dan TNI Amankan TKP

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTRA,–Dua orang pemuda desa Munte menjadi korban penganiayaan sekelompok pemuda desa Karondang yang notabene bertetangga langsung, Sabtu (27/01/18) pukul 04.00 Wita dini hari.

Pemuda bernama Syam (19) warga Dusun Desa Munte dan Masdar (18) yang merupakan pelajar warga Dusun Libukan, Desa Munte, Kecamatan Tanalili dianiaya dengan benda tumpul.

Akibatnya kedua korban tersebut dilarikan ke RS Andi Djemma Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Pelaku dikeroyok oleh Dandi Asri (17) bersama tiga temannya yang belum diketahui identitasnya, warga Desa Karondang.

Informasi yang dihimpun, kedua korban hendak melaut sehingga pulang subuh dari Bone Bone dengan menggunakan sepeda motor saat di TKP tepatnya wilayah Desa Karondang korban dikejar oleh para pelaku kemudian dihadang diperbatasan Desa Munte dan Desa Karondang lalu korban dianiaya oleh para pelaku.

Atas kejadian itu, sekitar pukul 06.00 Wita beberapa pemuda Desa Munte langsung melakukan pelemparan ke Desa Karondang terhadap salah satu rumah warga Saenati (46 thn) seorang Ibu Rumah Tangga di Dusun Karondang Desa Karondang.

Atas pelemparan itu tampak kaca jendela Saenati Pecah.

Polres Lutra menerima laporan sekitar pukul 09.30 Wita, bergegas ke TKP yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Boy FS Samola, Kabag Ops, Para Kasat, bersama Personil Gabungan Polres Lutra, Polsek Bonebone, dan Polsek Sukamaju serta Koramil Bone Bone sekitar 60 personil.

Aparat menyisir rumah warga yang diduga menyimpan senjata Papporo dan senjata tajam sambil melakukan olah TKP.

Penyisiran yang dilakukan TNI-POLRI sejak pagi hingga malam hari membuahkan hasil. Tujuh buah senjata rakitan lengkap amunisi berhasil disita dari penduduk.

Dengan rincian, 7 buah senjata api rakitan jenis Paporo beserta amunisi senpira sebanyak 1 botol besar kemasan air mineral, 1 Ball Korek api dan 1 buah tombak milik warga di Desa Munte.

Hanya saja, meski sudah dilakukan penyisiran, Polisi masih belum menemukan pelaku penganiayaan. Kendati demikian, personil gabungan masih siaga di dua desa untuk mengantisipasi bentrok susulan.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola mengatakan, untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihaknya tetap berjaga di dua Desa tersebut, ungkapnya, Minggu (28/01/18).

“Selain Polisi dan TNI, warga dua desa juga ikut ronda sesuai kesepakatan dua desa, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata AKBP Boy FS Samola.

Sementara dua pelaku yang belum diketahui identitasnya, masih dalam pengejaran polisi.

“Identitas pelaku masih kita cari dan kedua pelaku masih kita kejar. Yang pastinya pelaku rusuh ini akan kita tindak tegas,” tambahnya.

Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *