Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Peduli Pendidikan, Sokola Kaki Langit Sisir Sekolah Pedalaman

570
×

Peduli Pendidikan, Sokola Kaki Langit Sisir Sekolah Pedalaman

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pendidikan adalah hak segala bangsa, kalimat yang sangat sering kita dengarkan dalam berbagai kesempatan terutama ketika mendengar pidato-pidato pemerintah dalam perayaan hari pendidikan nasional. Singkat dan padat kalimat yang termaktub dalam UUD 1945 ini mengindikasikan pendidikan adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Berawal dari kalimat sederhana itu beberapa anak muda dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan yang menamakan dirinya sebagai gerakan peduli pendidikan dalam wadah gerakan Sokola Kaki Langit kemudian mengolah kalimat tersebut dalam bentuk aksi nyata dilapangan.

Gerakan yang berdiri dipenghujung Tahun 2014 lalu ini tepatnya tanggal 28 Desember 2014, memulai aksinya dengan mendatangi sekolah-sekolah yang berada dipelosok dan pegunungan.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk kelas nonformal ini kemudian menarik perhatian berbagai kalangan untuk berpartisipasi secara langsung baik sebagai relawan maupun donatur dalam proses perubahan pendidikan kearah yang lebih baik terutama didaerah pedalaman dan pegunungan.

“Untuk sementara dalam kurun waktu 3 tahun ini, kami sudah memiliki 3 lokasi binaan yakni satu lokasi di Kabupaten Soppeng dan 2 lokasi lainnya di Kabupaten Barru” kata Desi seorang relawan Sokola Kaki Langit kepada InputRakyat.co.id, Minggu (28/01/18).

Gerakan Sokola Kaki Langit ini sendiri telah menampung kurang lebih 300 relawan yang terbagi dalam 24 angkatan yang berangkat setiap bulan kelokasi binaan, bebernya.

Kegiatan relawan Sokola Kaki Langit di lokasi binaan mencakup kegiatan-kegiatan pembinaan kepada pelajar kurang mampu dalam aspek belajar dan kebutuhan sekolah.

“Dilokasi kita tinggal selama 5 hari dengan membawa perbekalan secukupnya, disamping itu, kami juga membawa kebutuhan-kebutuhan siswa hasil donasi dari masyarakat atau para mahasiswa di Makassar,” ucap Desi disela-sela perbincangan.

Program dari Sokola Kaki Langit sendiri adalah berkunjung setiap bulannya di sekolah yang terletak pedalaman dan menjadikan lokasi tersebut sebagai lokasi binaan yang akan dibina selama satu tahun lamanya, terangnya.

Dalam pemberangkatan sendiri, setiap bulannya Sokola Kaki Langit akan mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk ikut berpartisipasi menjadi relawan selama 5 hari dengan syarat sederhana mempersiapkan diri dan waktu untuk berbagi dengan adik-adik dilokasi.

Kehadiran relawan dilokasi tentunya mendapatkan sambutan yang luar biasa dan antusiasme dari masyarakat yang sangat mengharapkan uluran tangan dari masyarakat lain Karena untuk bantuan pemerintah terkadang tidak tersalurkan dengan baik.

Dijelaskannya, untuk kondisi sekolah sendiri cukup memperihatinkan baik dalam hal infrastruktur, akses jalan dan sumberdaya pengajar.

Diceritakannya, hampir semua sekolah mengalami hal yang sama. Sebagai contoh sekolah yang terdapat di Dusun Umpungeng, Desa Umpungeng, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, akses jalan kelokasi sangat sulit dilalui bahkan beberapa siswa harus berjalan kaki 10-15 Kilometer untuk bisa sampai disekolah. Belum lagi berbicara tentang kondisi sekolah yang hanya berdindingkan papan yang rapuh dan tentunya sumber daya pengajar yang sangat minim.

“Harapan kami kedepan adanya seolusi dari pemerintah terhadap kondisi sekolah-sekolah pedalaman dan pegunungan, karena anak-anak dilokasi tersebut juga butuh pendidikan, setidaknya ada kebijakan dari pemerintah untuk hal tersebut seperti perbaikan akses jalan, perbaikan infrastruktur sekolah maupun peningkatan kapasitas pelajar dengan mendatangkan guru-guru yang ahli dibidangnya,” tutupnya.

Liputan: Amir Asri | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *