Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Bupati Lutim Pimpin Rakor Solusi Sampah, PT CLM Siap Ambil Peran

15
×

Bupati Lutim Pimpin Rakor Solusi Sampah, PT CLM Siap Ambil Peran

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Persoalan sampah kian mendesak dan tak lagi bisa ditangani setengah hati. Butuh gerak bersama, lintas sektor, dan kesadaran kolektif. Pesan tegas itu disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat memimpin rapat koordinasi pengelolaan sampah di Aula Adipura Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Rabu (11/03/2026).

Di hadapan peserta rapat, Irwan menegaskan, persoalan sampah bukan semata urusan pemerintah. Jika pola pikir itu terus dipelihara, maka krisis sampah tinggal menunggu waktu.

“Kalau kita masih menganggap sampah hanya tanggung jawab pemerintah, maka masalah ini akan terus membesar dan menjadi kronis. Ini tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Ia menekankan, kunci utama ada pada kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat harus bergerak dalam satu barisan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Semakin banyak yang terlibat, semakin ringan beban kita. Karena itu, kita harus mulai dari pemetaan kebutuhan hingga penguatan implementasi di lapangan,” lanjut Irwan.

Sementara itu, Kepala DLH Luwu Timur, Umar Hasan Dalle, memaparkan kondisi riil di lapangan. Saat ini, pengelolaan sampah masih terkendala keterbatasan fasilitas, yang hanya mengandalkan satu Pusat Pengolahan Akhir (PPA).

Kondisi tersebut menuntut percepatan langkah, terutama dalam memperkuat sistem pemrosesan sampah berbasis kolaborasi multipihak.

Rapat juga mengulas sejumlah terobosan, salah satunya pemanfaatan mesin pengolah sampah yang mampu menghasilkan Refuse to Material (RTM) sebagai alternatif solusi pengelolaan.

Tak hanya pemerintah, sektor swasta pun menunjukkan komitmennya. Sejumlah perusahaan seperti PT Vale Indonesia, PT Teguh Wira Pratama, PT Citra Lampia Mandiri, PT Mandiri Palmera Agrindo, PT Prima Utama Lestari, hingga PT Perkebunan Nusantara, turut menyuarakan dukungan.

Mereka mendorong pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai ujung tombak pengumpulan sampah di tingkat lokal, sekaligus mendukung pengembangan TPS3R Morina dan pembangunan infrastruktur persampahan di Luwu Timur.

Lewat forum ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap tak sekadar lahir wacana, tetapi langkah nyata. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menjawab persoalan sampah secara lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan, sebelum menjadi krisis yang sulit dikendalikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *