Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Disparmudora Lutim Kebut Program Strategis Tahun 2026, Berikut Deretan Prioritasnya

145
×

Disparmudora Lutim Kebut Program Strategis Tahun 2026, Berikut Deretan Prioritasnya

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparmudora) Kabupaten Luwu Timur menetapkan sejumlah program prioritas pada tahun 2026. Fokus tersebut mencakup penataan kawasan wisata, pembangunan infrastruktur olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis budaya.

Kepala Disparmudora Lutim, Muhammad Safaat DP, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun perencanaan penataan Lapangan Tomoni dan Lapangan Wasuponda. Kedua fasilitas tersebut direncanakan menggunakan rumput sintetis guna meningkatkan kualitas sarana olahraga di daerah.

“Perencanaan sementara berjalan. Kita ingin fasilitas olahraga lebih representatif dan nyaman digunakan masyarakat,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Selain itu, Disparmudora juga mulai menyiapkan pembangunan sirkuit balap motor berstandar internasional. Namun, untuk tahun ini program tersebut masih berada pada tahap studi kelayakan.

“Pelaksanaannya direncanakan mulai tahun depan dan dilakukan secara bertahap,” jelas Muhammad Safaat.

Di sektor pariwisata dan budaya, Disparmudora turut memfokuskan pada pemberdayaan komunitas adat serta pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat. Program ini akan diwujudkan melalui berbagai pelatihan agar pengelolaan adat dan budaya lebih terarah.

“Kami juga menyiapkan parameter agar pengembangan desa wisata berjalan terstruktur dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Disparmudora baru saja melaksanakan pemilihan Duta Wisata Luwu Timur tahun 2026. Muhammad Rizaldy As Sahid dan Nurul Qisthi Arifuddin terpilih sebagai perwakilan Luwu Timur.

“Mereka akan berkompotisi ditingkat provinsi nantinya,” bebernya.

Kata Safaat, untuk Duta Wisata Luwu Timur tahun 2025 , Irfan Syauqi Madani, akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada ajang Duta Wisata Nasional yang rencananya digelar di Bali pada Oktober mendatang.

“Irfan akan mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional sekaligus membantu mempromosikan potensi wisata dan kekayaan daerah ini,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Disparmudora juga akan menggelar Festival Sungai Malili pada 3 Mei 2026, yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur.

Di sisi lain, pengembangan kawasan Danau Matano terus didorong melalui rencana pembangunan Matano Geopark. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap pengusulan asistensi rencana induk.

“Sekitar 90 persen persyaratan sudah terpenuhi. Kami menargetkan pengusulan didorong pada September tahun ini, dan selanjutnya dievaluasi oleh Bappenas dan Kementerian ESDM terkait kelayakan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penataan kawasan Danau Matano menjadi prioritas untuk menjadikannya sebagai destinasi wisata unggulan dengan konsep kawasan khusus.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi, pelatih, serta tokoh olahraga sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

“Langkah-langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, meningkatkan prestasi olahraga, serta memperkuat pelestarian budaya lokal di Luwu Timur,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *