INPUTRAKYAT_LUTRA, — Closing Projeck Konsorsium Lembaga Ekolabel Indonesia(LEI) yang bertemakan Sebuah pembelajaran mendorong prakarsa masyarakat adat di luwu utara dalam mendorong mengelola sumber daya alam secara lestari dibentang alam tana luwu, Rabu 31/1/2018 di Aula Hotel Bukit indah.
Dimana kegitan ini di laksanakan oleh Lembaga Ekolabel Indonesia(LEI) bekerja sama dengan BAPPEDA.
Turut Hadir, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Kadis PMD Misbah, Kepala BAPPEDA Rusdy Rasyid, dan Heriady Direktur Eksekutif selaku ketua konsorsium hijau lestari.
Yang di mana Konsorsium Lembaga Ekobatel Indonesia(LEI) dibawah koordinasi Compact Melenium Challenge Account-Indonesia(MCA-I) yang terdiri dari LEI, lembaga alam tropika indonesia(LATIN) koperasi produsen aman Mandiri(KPAM) PW aman tanah Luwu, yayasan bina usaha lingkungan(YBUL) yayasan kehutanan masyarakat indonesia (YKMI) dan perkumpulan wahana lingkungan lestari celebes area(Wallacea) palopo.
Dalam kesempatan itu juga di lakukan penyerahan hasil capaian konsorsium LEI Berupa Sertifikat pengelolahan hutan berbasis masyarakat lestari(PHBML) untuk kelompok pengelola hutan adat(KPHA) passapa’Tua desa Hono, KPHA desa Lodang dan KPHAL desa Kalotok.
Dokumen FS dan DED PLTMG di desa Hono, Lodang dan tanamakaleang kecamatan seko kabupaten Luwu Utara.
Dokumen project design document(PDD) hutan adat kalotok di desa kalotok.
Buku” praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat di Indonesia: kearifan lokal masyarakat adat dalam mengelola hutan dan implementasi sertifikasi PHBML di kab. Luwu Utara ” kepada pemerintah daerah kab. Luwu Utara.
Dalam Sambutan Bupati mengatakan melalui momentum closing project ini saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Konsorsium hijau lestari Luwu utara atas dukungan MCA-I yang telah menjadikan kabupaten Luwu Utara sebagai lokasi project yang penerima manfaatnya tersebar dilima komunitas masyarakat adat/desa,”Ucap Indah Putri Indriani.
Dari data LEI, 2017 menunjukkan bahwa dari lima lokasi hutan adat yang sudah di sertifikasi melalui skema pengelolaan hutan berbasis masyarakat lestari(PHBML) di indonesi kabupaten Luwu utara merupakan hutan adat yang terbanyak yaitu tiga lokasi dan penerima sertfikasi PHBML yang ke 2, 3 dan ke 4.
Indah menambahakan bahwa capaian ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kami, dan pemerintah luwu utara harus memberikan apresiasi baik kepada LEI maupun kepada pihak MCA-I.
Karena program yang didukung oleh MCA-I dengan tujuan untuk mendorong pengakuan hak pengelolaan sumberdaya alam oleh masyarakat adat di luwu utara yang diharapkan mampu meningkatkan kondisi ekomnomi dan menurunkan enisi gas rumah kaca ini telah memasuki tahap penyelesaian. Dan tentu saja dengan program ini kita berharap betul hutan-hutan adat ini bisa terjaga dengan baik,”Harap Indah Putri Indriani Bupati Perempuan Pertama Di Sulsel.
Liputan: Rama














